loading...
============

SUARABMI.COM - Setelah peristiwa naas tergelincirnya kereta api ekspress Puyuma yang merenggut sebanyak 18 nyawa penumpang dan melukai 190 orang lainnya di Kabupaten Yilan, wilayah timur Taiwan, pada hari Minggu (21/10), masinis kereta api yang disidang di pengadilan pada hari Selasa (23/10) mengaku bersalah dan menyatakan bahwa kecelakaan tragis tersebut terjadi akibat kesalahan dirinya sendiri.

Masinis kereta api ekspress Puyuma ini dilaporkan juga mengalami luka-luka pasca insiden tragis tersebut. Pria yang tampak merasa bersalah dan terpaksa dibantu dengan kursi roda akibat kondisinya yang masih terluka menyatakan dia tidak akan menyerahkan kasus ini kepada pihak pengacara, laporan UDNNews.

Masinis yang merupakan seorang pria berkewarganegaraan Taiwan yang diidentifikasi sebagai Yu Chen-chung (48 tahun) ini menderita luka di bagian kepala dan dadanya dalam kecelakaan tragi situ.

Dalam persidangan, Yu mengaku kepada jaksa penuntut bahwa setelah masalah listrik terjadi dengan kereta api, ia menonaktifkan Sistem Otomatis Perlindungan Kereta Api (ATP).

Yu mengatakan dia kemudian beralih ke mode manual dan pemantauan visual dalam mengoperasikan kereta api tersebut.

Yu mengatakan bahwa dia mempercepat kecepatan kereta setelah melewati stasiun Luodong hingga mencapai 140 kilometer per jam (kph) dan ketika kereta api mendekati tikungan di dekat stasiun Xinma, sudah terlambat baginya untuk mengurangi kecepatan kereta hingga kecelakaan tragis ini pun tak dapat terelakkan.
[ads-post]
Sebagai Kepala Kejaksaan Distrik Yilan, Chiang Chen-yu khawatir ada bahaya bahwa Yu akan mengutak-atik bukti dan mungkin mencoba melarikan diri, dia mengajukan pihak berwajib untuk mengeluarkan surat penahanannya.

Yu mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak keberatan atas penahanannya dan mengatakan "Saya tidak ingin melakukan pembelaan," ungkap Yu.

Yu menolak dibantu dan didampingi oleh pengacara dalam penyelesaian kasus ini secara hokum, bahkan setelah putranya menawarkan untuk menemukan seorang pengacara handal yang dapat membantunya di dalam persidangan.

Namun, sesuai dengan ketentuan proses hukum, setiap terdakwa harus didampingi oleh seorang pengacara yang kompeten untuk membantunya dalam persidangan. Maka pihak pengadilan menemukan pembela umum untuk Yu dan keluarga Yu membantunya menemukan seorang pengacara.

Yu ditahan untuk ditanyai selama empat jam, dimulai dari pukul 01:00 pagi hari Selasa (23/10), sebelum dibebaskan dengan jaminan sebesar NT $ 500.000 pada pukul 05:20 pagi.

Dia kemudian dibawa kembali ke Rumah Sakit Saint Mary Luodong untuk perawatan tambahan atas lukanya yang dideritanya serta konseling psikologis untuk menghilangkan trauma pasca insiden tragis tersebut. *suarabmi, indogo

Heboh! Masinis Kereta Api Ekspress Puyuma Mengaku Bersalah Karena Ngebut Atas Kecelakaan Yang Terjadi Di Yilan

Powered by Blogger.
close