loading...

SUARABMI.COM - Ilmuwan memberi peringatan serius kepada negara di dunia untuk segera mengambil tindakan atas 'kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya'. Kejadian yang dinilai sebagai situasi ‘kiamat’ ini bisa terjadi pada 2030. Artinya negara di dunia cuma punya waktu 11 tahun lagi untuk bisa menghadapi situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Mereka harus memangkas emisi zat karbon menjadi nol pada 2050, dan mengurangi bahaya pemanasan global.

Dikutip melalui laman Mirror, Selasa 9 Oktober 2018, studi yang didukung PBB mengatakan, dampak perubahan iklim, kekeringan hingga naiknya permukaan laut akan berkurang jika kenaikan suhu menjadi 1,5 derajat celsius dan tidak di atas 2 derajat celsius.

Membatasi naiknya suhu global 1,5 derajat celsius dinilai memungkinkan. Namun pencapaian ini memerlukan perubahan yang cepat dari pembangkit listrik, industri, transportasi, bangunan sampai pergeseran gaya hidup. 
[ads-post]
Belum cukup hal itu saja, laporan Panel on Climate Change menunjukkan untuk membatasi suhu global yang aman perlu juga tindakan emisi karbon berlebih di atmosfer. 

Berdasarkan peninjauan terhadap ribuan makalah ilmiah, ada beberapa cara untuk menjaga suhu tetap di angka tersebut.

Peningkatan suhu dapat berpengaruh pada kekeringan, kelangkaan air, cuaca ekstrem, penyebaran penyakit seperti malaria, kerusakan ekonomi dan kerusakan hasil panen jagung, beras dan gandum. 

Lainnya ialah kenaikan permukaan laut akan menjadi 10 cm lebih rendah pada 2100. Lalu jika suhu menjadi lebih tinggi juga berdampak pada tingginya kerusakan terumbu karang dan Arktik. 

Hal ini memerlukan peningkatan energi yang besar, sehingga dapat menghasilkan 70-80 persen pasokan listrik pada 2050. Inggris telah mengurangi karbon, memangkas 40 persen zat tersebut sejak 1990.

"Inggris harus segera beralih ke energi terbarukan, seperti mobil listrik, mengisolasi rumah kita, menanam pohon dan memilih berjalan kaki atau bersepeda, makan sedikit daging dan perbanyak makan sayuran," ujar seorang profesor dari University of East Anglia Inggris, Corinne Le Quere.

Quere juga mengatakan, industri diharuskan menyimpan karbon di bawah tanah. Menjaga kenaikan suhu hingga 1,5 derajat celsius dapat membantu dalam hal lain, seperti meningkatkan kesehatan melalui karena berkurangnya polusi udara dan mengurangi kemiskinan di negara berkembang.

"Laporan ini harus ditindak sebagai seruan bagi pemerintah di dunia untuk berinovasi, investasi dan meningkatkan ambisi untuk mencegah bencana perubahan iklim," ujar Menteri Energi dan Terbarukan, Claire Perry. *viva

Ilmuwan Sebut 'Kiamat' Akan Terjadi Pada Tahun 2030, Ini yang Harus Dilakukan Agar Kiamat Tertunda

Powered by Blogger.
close