loading...
============

SUARABMI.COM - Pengembangan yang dilakukan Polsek Ngantru terkait aksi pencurian sepeda motor dengan tersangka AZ (28) warga Wonojati Jenggawah Jember membuahkan hasil. 

Kapolsek Ngantru AKP Maga Fidri Isdiawan memimpin langsung penangkapan pada penadah yang telah membeli hasil curian dari tersangka AZ. "Dari pengakuan tersangka kemarin, lima unit dijual pada warga yang beralamat di Tunggangri," kata Maga.

Kapolsek mengungkapkan, penadah yang disebut AZ berinisial MLK. Petugas pun bergerak ke rumah MLK. Namun saat dilakukan penggeledahan di rumah MLK, yang bersangkutan tidak berada di rumah 

"Dia tidak ada di rumah, karena sudah berada di Taiwan. Dia menjadi TKI di sana," jelas Maga, Kamis (25/10) sore 

Dari penggeledahan yang dilakukan di rumah MLK, Ditemukan dua unit sepeda motor disimpan di dapur rumah. Sepeda motor yang ditemukan yaitu 1 unit sepeda motor jenis vario ( TKP desa Pakel Ngantru ) dan 1 Suzuki Smash yang tersangka lupa dimana dicurinya

AZ sendiri sebelumnya telah mengakui melakukan pencurian sebanyak 13 kali dan terakhir beraksi di desa Padangan Kecamatan Ngantru. 
[ads-post]
"Korbannya saat di sawah, dia bersama temannya naik sepeda angin. Setelah mendapatkan incaran sepeda motor yang kuncinya tidak dicabut, dia ambil dan sepeda angin yang digunakan ditinggal," ungkap Maga 

Korban yang bernama Prawito, langsung melaporkan kejadian sesaat setelah kendaraannya dicuri. 
"Begitu laporan, kita sebar informasi dan ternyata sepeda motor yang dicuri itu berada di Kediri Kota," paparnya 

Mendapatkan informasi, polisi tak menyia-nyiakan kesempatan, pelaku AZ langsung diringkus dan diamankan. "Setelah dikembangkan, dia mengakui telah beraksi di tiga belas TKP di antaranya sepeda motor, pencurian pemberatan, pencurian sapi dan laptop," jelasnya 

Dalam pengakuannya, AZ mencuri untuk keperluan sehari-hari. "Hasilnya saya buat makan, pergi ke warkop dan beli rokok," kata AZ.

Meski beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor (ranmor), tersangka AZ mengaku tidak pernah melakukan penganiayaan terhadap korban. Selama menjalankan aksinya, dia menggunakan alat seperti kunci T. "Yang saya curi yang kuncinya lupa tidak di cabut, saya bawa dan saya jual di Kediri," kata AZ mengakui 

Residivis yang baru keluar penjara 1,5 tahun ini menceritakan saat mencuri sapi di Kediri, aksinya dilakukan bersama orang tua kandungnya. "Saya mencuri bersama bapak saya, saat itu tertangkap dihukum di Kediri dan dilayar di Tulungagung," akunya 

Pria bertato ini di Tulungagung tidak punya rumah tinggal, tiap hari AZ tidur di emperan lokalisasi yang berada di wilayah Kecamatan Kedungwaru. *tulunggungtimes

Jadi Penadah Motor Curian, Warga Tulungagung Ini Kabur Jadi TKI di Taiwan Sebelum Ditangkap Polisi - Awas...! Di Taiwan Dia Bakal Jadi Penadah Istri Orang...!

Powered by Blogger.
close