loading...

SUARABMI.COM - Ini adalah kisah tragis dari Lin, seorang remaja keturunan Indonesia - Taiwan yang baru berusia 15 tahun. Ibunya meninggal saat ia masih kecil dan ayahnya tidak sayang padanya. Semenjak SMP, Lin bekerja paruh waktu untuk membiayai hidupnya. Awal tahun ini, ia mulai bekerja di sebuah perusahaan agensi dan tinggal di mes.

Pada 22 April lalu pukul 9 malam, dua rekan kerjanya yang bermarga Liu (20 th) dan Zhu, kembali ke mes dalam kondisi mabuk. Mereka lalu melihat Lin sedang beristirahat dan timbullah niat jahat untuk mengerjainya. Mereka menuduh Lin telah mencuri uang mereka dan menamparnya. Tak sampai disitu, kedua remaja biadab ini lalu menyeret Lin dari lantai 2 ke lantai 1 sambil menghajarnya. Bukannya menolong, para karyawan lain yang melihat kejadian ini hanya menertawakan Lin dan tidak menolongnya. Bahkan, ada yang membuat video live streaming supaya ditonton orang banyak.

Rupanya, Liu belum puas menyiksa Lin. Ia lalu membawa Lin ke taman terdekat, melemparnya ke dalam kolam taman sambil terus menghajarnya. Akhirnya pada pukul 11 malam, penduduk sekitar mendatangi lokasi tersebut karena mendengar ada keributan di luar. Takut ketahuan, Liu segera membawa Lin kabur menggunakan motor ke sebuah klenteng sejauh 2 km dari taman.
[ads-post]
Tubuh Lin yang telah disiksa selama 2 jam telah lemas dan penuh luka. Tapi Liu belum puas dan memanggil temannya yang bermarga Qiu (20 th) untuk ikut menghajar Lin. Mereka lalu membuang tubuh Lin ke tong sampah.

Sudah ratusan kalinya Lin berkata kepada mereka bahwa ia tak mencuri uang. Akhirnya pada pada pukul 12 malam, Liu beserta empat kawannya pergi dari lokasi dan meninggalkan Lin tergeletak begitu saja. Satu jam kemudian, Liu kembali ke lokasi untuk mengecek kondisi korban dan alangkah kagetnya ia karena Lin sudah meninggal.

Liu lalu melepas baju dan sepatu Lin untuk memusnahkan barang bukti. Akhirnya pada pukul 7 pagi, mayat Lin ditemukan oleh warga setempat. Berdasarkan penyelidikan polisi, Lin meninggal akibat pendarahan otak.

Mengetahui anaknya tewas akibat disiksa, ayah Lin langsung pergi mencarinya. Melihat mayat anaknya yang penuh luka lebam, ia lalu menangis tersedu- sedu dan menyesal karena ia jarang pulang untuk merawat dan memperhatikan anaknya.

Polisi lalu menangkap Lin dan keempat kawannya. Pada Agustus tahun ini, Kantor Inspeksi Distrik Taoyuan menggugat Liu atas perbuatannya dan akan ia diadili di pengadilan anak. **appdaily, intaimagazine

KEJAM...! Remaja Blasteran Taiwan- Indonesia ini Dihajar Tiga Jam, Mayat Ditel*njangi dan Dibuang Begitu Saja

Powered by Blogger.
close