loading...

SUARABMI.COM - Nasib malang pekerja migaran Indonesia di negeri Formosa kembali terkuak. Kali ini kisah miris ini datang dari sejumlah TKI yang melarikan diri dari majikan, ibarat kata pepatah keluar dari kandang macan namun ternyata malah masuk ke lubang buaya.

Dilansir dari media Taiwannews menyebutkan bahwa pihak berwenang Taiwan berhasil menangkap seorang pria paruh baya berkewarganegaraan Taiwan yang diduga menjadi pemilik rumah bord1l yang mempekerjakan belasan tenaga kerja Indonesia yang berstatus TKI kaburan.

Media CNANews melaporkan bahwa pelanggan yang datang ke panti pijat tersebut dikabarkan harus membayar uang sebesar NT $ 1,600 untuk menikmati dua jam layanan pijat Thailand.

Lin mengambil jatah sebesar NT $ 1.000 dari setiap sesi dan sisanya diberikan kepada pekerja migran Indonesia yang berstatus pekerja migran ilegal yang dilaporkan sering bekerja selama 16 jam per hari.

Sejumlah pekerja migran tersebut bekerja sebagai PSK untuk memuaskan b1rahi pria hidung belang yang bertandang ke panti pijat tersebut. Malangnya para TKI ini melayani pelanggan tanpa menggunakan k0nd0m atau pun pelindung sama sekali.
[ads-post]
Dari bisnis pr0stitusi ilegal terseut Lin sang muc1kari dikabarkan mendapatkan total laba usaha yang bernilai fantastis, yakni berkisar antara NT $ 800.000 hingga NT $ 1.000.000 per bulan.

Liciknya untuk mengatur dan mengawasi para TKI kaburan yang bekerja sebagai PSK di tempatnya, Lin mengatur agar mereka tinggal di penginapan di dekat tempat bisnis beroperasi.

Para TKI kaburan ini mengaku mereka juga dimintai sejumlah uang dari Lin yang dikabarkan sebagai biaya sewa bulanan, serta biaya listrik dan air.

Selain itu, Lin membuat daftar peraturan ketat dengan biaya hukuman mulai dari NT $ 200 hingga NT $ 10.000 kepada para TKW Indonesia yang bekerja di bisnis pr0stitusi miliknya. Hukuman ini diberikan kepada TKI yang dinilai melanggar aturan seperti tidak berdandan cantik dan tampil s*ksi saat menerima pelanggan atau bahkan yang diam-diam keluar tanpa izin Lin dari rumah dan bisnis pr0stitusi tersebut.

Para TKW Indonesia ini sering diminta untuk melakukan hubungan s*ksual dengan tamu yang sering datang dengan biaya tambahan antara NT $ 500 hingga NT $ 2.000 per sesi.

Pelaku tindak kejahatan, yakni Lin dilaporkan telah ditangkap oleh pihak berwenang sebelumnya sebanyak dua kali akibat terlibat kasus mempekerjakan sejumlah pekerja migara ilegal dan kaburan yang juga berasal dari Indonesia.

Lin dilaporkan akan menghadapi beberapa tuduhan melanggar undang-undang (UU) Pencegahan Perdagangan Manusia, Pelanggaran Terhadap Hukum Moral S*ksual, dan UU Layanan Ketenagakerjaan.

indigo

Miris...! Puluhan TKW Kaburan di Pekerjakan Untuk Melayani Pria Hidung Belang Dengan Tarif 800 rb Per Sesi

Powered by Blogger.
close