loading...
============

SUARABMI.COM - Apa yang membuat para tenaga kerja wanita Indonesia di Hongkong masih nekat berjualan dan melakukan kegiatan bisnis illegal? Berulang kali Konsulat Jendral Republik Indonesia (KRJI) mengingatkan dengan berbagai cara, seakan tak memiliki kekuatan untuk turut serta memberikan pengertian ke pada buruh mingran bahwa berdagang di luar pekerjaan adalah menyalahi visa izin tinggal.

Padahal secara jelas pihak Pemerintah Hong Kong memberitahukan bahwa berdasarkan pasal 41 Peraturan Keimigrasian (Cap.114) seluruh pelanggaran izin tinggal akan dinyatakan bersalah dan dituntut membayar denda sebesar HK$ 50.000 yang setara RP. 85.000.000,- dan hukuman penjara selama dua tahun.

Sempat menelusuri lebih dalam motiv dari para TKW ini, mengapa masih tetap saja melakukan kegiatan tersebut. Bersedia menjelaskan ke pada Suara seorang TKW SR(40) yang setiap Minggunya membuka lapak bakso di area trotoar luar Victorya Park. SR datang ke Hong Kong pada tahun 2000-2008 kemudian pulang dan kembali lagi pada tahun 2014 hingga sekarang. SR memulai bisnisnya sejak tahun 2014.

SR mengaku melakukan kegiatan bsinis dengan membuka lapak warung bakso yang berada di area trotoar luar Victoria Park adalah inisiatifnya sendiri yang awalnya karena melihat banyak para TKW melakukann kegiatan serupa. Ia melakukan pekerjaan terlarang itu untuk memperoleh tambahan uang, ia pun sadar atas hukum yang berlaku. “ya takut pastinya soale itu kan dilarang, tapi karena penghasilan lebih banyak ya akhirnya nekat juga.”

SR tergiur banyaknya jumlah pendapatan dari berjualan yang mencapai HK$1500-2000 per-Minggunya. Ia mendapat keuntungan tersebut hanya dengan modal HK$500. Tak hanya itu, SR pun mampu memperkerjakan seorang pegawai yang sama-sama berstatus sebagai TKW dengan upah HK$175-250 per-satu hari, sewaktu libur hari Minggu untuk membantunya melayani pembeli. Jumlah itu tergantung dari ramai dan sepinya pembeli.
[ads-post]
Ketika disinggung masalah gajinya, dia mengaku sebenarnya gajinya sangatlah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Indonesia. Dia juga menuturkan hasil dari jualan ditambah gaji nya sendiri telah ia gunakan untuk membeli tanah dan memberangkatkan mertuanya berumroh. Namun ia masih ingin menambah tabungannya hingga sampai 500jt, sebab itulah yang menjadikan SR pantang menghentikan usaha ilegalnya.

SR menerangkan bahwa bahan utamanya seperti pentol bakso ia peroleh dari seorang pengepul dengan system bayar di akhir. SR mengambil sejumlah pentol dan ketika sore hari warung lesehannya tutup, ia hanya membayar sejumlah pentol yang laku. Dia memberitau bahwa kebanyakan penjual bakso illegal ini mengambil pentol dari orang yang sama.

Untuk alat-alat dan bahan lain yang ia gunakan berdagang, dia menjelaskan semua miliknya sendiri, ada semacam kontrakan yang dipergunakan para TKW untuk menitipkan barang dan memasak. Biasanya SR hanya membayar $60 per bulan untuk itu.

Menurut Maya, pelanggan yang selalu membeli pada pedagang di trotoar bawah jembatan vicoria park. Penjual seperti SR sangat membantunya dalam masalah keuangan, sebab tarif perporsi dari makanan yang di sediakan di pinggir jalan itu sangat terjangkau. Maya pun terkadang membeli di sana tergantung musim, kala musim hujan dia memilih untuk membeli makanan di restoran yang nyaman.

Maya menuturkan bahwa jika penjual seperti SR harus digusur dan hilang seratus persen ia akan sangat menyayangkan.

SR tidak sendiri seorang TKW AP (33) juga melakukan kegiatan yang mampu membahayakan status kewarganegaraannya di Hong Kong, namun AP dalam skala yang kecil. AP adalah orang yang bertugas mengantarkan makanan pesanan kepada pembeli yang jaraknya jauh dari penjual, ketika pembeli malas datang ke tempat pedagang, Ap inilah yang bertugas mengantarkan.

Ap memiliki motiv yang sama dengan SR, yakni hanya untuk menambah pendapatan. Ap mengatakan bahwa hasil dari melakukan kegitan tersebut cukup lumayan. “Lumayan lah buat isi dompet,” tuturnya. Lain Ap lain juga Yulia. Yulia hanya menjual pulsa isi ulang dengan system hutang atau cash. Untuk penjualan pulsa isi ulang modal yang dia keluarkan cukup besar “Aku modal 10.000, untuk ambil barang aku nyari Cece yang jualnya murah [biasanya] untuk pulsa isi 50 dia jual 46, aku jualnya 55.” Jelasnya

Yulia melanjutkan bahwa keuntungan dari modal HK$1000 hanyalah HK$160 jadi dari modal HK$10.000 perbulan dia hanya mendapat sekitar HK$ 1000. Motifnya pun masih sama dengan SR dan Ap yakni untuk menambah pendapatan. *Anis Safitri - suara

Ternyata Segini Keuntungan BMI Hongkong yang Nyambi Jualan, Pantesan Mereka Berani dan Nekad

Powered by Blogger.
close