loading...

SUARABMI.COM - Peribahasa yang mengatakan bahwa air susu dibalas dengan air tuba sepertinya sesuai dengan apa yang dialami oleh seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang tengah merantau di Taiwan.

Dilansir dari media Apple Daily pada hari Minggu (18/11/2018) menyebutkan bahwa nasib naas menimpa seorang TKW asal Indonesia yang secara tiba-tiba diperk0sa oleh seorang pekerja migran Indonesia (TKL).

Kronologi kejadian menyebutkan terdapat seorang TKL bernama A Qiang (30 tahun) yang merupakan seorang TKL kaburan yang kini bermukim di Sanchong, New Taipei. 

TKL yang berstatus pekerja ilegal ini kini bekerja secara sembunyi-sembunyi di sebuah pabrik di wilayah bagian utara Taiwan dan tinggal di asrama pekerja yang disediakan oleh pihak majikan.

Namun A Qiang yang sedang tidak enak badan, meminta izin kepada majikan untuk tidak masuk kerja dan tinggal di asrama. 

Berharap ada rekan sejawat yang mau memperhatikannya yang tengah terbaring lemah, ia pun memposting kondisinya yang tengah sakit di akun media sosial miliknya.
[ads-post]
Ternyata gayung pun bersambut, tak lama usai memposting kondisinya yang tengah sakit, tiba-tiba seorang TKW asal Indonesia berusia 20 tahun, sebut saja namanya Sari yang dikabarkan juga berteman dengan A Qiang di medsos menanyakan kondisi A Qiang.

Mengetahui bahwa Sari menaruh perhatian terhadap dirinya yang tengah sakit, A Qiang lantas mengaku bahwa ia sangat lemah terbaring di tempat tidur hingga tak mempu keluar untuk membeli makan siang.

Dengan niat tulus ingin membantu teman setanah air yang tengah ditimpa kemalangan, TKW ini pun lantas bergegas ke asrama A Qiang dengan membawa pientang untuk makan siang A Qiang dan berharap kedatangannya dapat menghibur A Qiang.

Akan tetapi, Sari tidak sadar bahwa dirinya telah masuk ke jebakan lubang buaya. Dengan wajah polos ia masuk ke kamar asrama A Qiang yang saat itu sedang sepi sembari membawa makanan. Memanfaatkan kondisi asrama yang sepi, niat jahat pun timbul di benak A Qiang untuk memperk0sa Sari.

Saat Sari mendekat ke ranjang A Qiang untuk menaruh pientang yang dibawanya, A Qiang tiba-tiba menyergapnya dan seketika memperk0sanya. Meski sempat berusaha melawan namun Sari tetap kewalahan menaklukkan A Qiang. Hingga ia hanya mampu merintih meminta tolong saat A Qiang melampiaskan nafsu bejatnya.

Usai memperk0sa Sari, A Qiang pun lantas tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Sari yang tampak kesakitan dan terluka. Menahan amarah dan malu, Sari seketika mendatangi kantor polisi terdekat dan melaporkan hal ini.

Sari yang masih tampak syok dan berurai air mata kepada polisi mengaku ia bahkan masih menyimpan bukti bahwa A Qiang telah memperk0sanya.

Pihak kepolisian pun segera menuju ke lokasi kejadian dan mencocokkan segala rincian yang diberikan oleh Sari.

Akan tetapi iblis yang menggerogoti jiwa A Qiang membuatnya semakin berlaku bejat. Ia bahkan mengaku tidak mengenal Sari saat ditangkap oleh polisi dan menyangkal bahwa ia telah bertemu dengan TKW tersebut sebelumnya.

Namun saat polisi menggiring A Qiang ke kantor polisi dan penyidik mencocokkan DNA A Qiang dengan barang bukti yang ditemukan di tubuh korban, A Qiang pun tak bisa lagi menyangkal.

Ia pun akhirnya mengaku bahwa ia telah mencabuli rekan setanah airnya tersebut yang dengan tulus ingin membantunya di kala ia tengah sakit. Kini A Qiang telah ditahan oleh pihak kepolisian distrik Sanchong dan kasus ini dipindahkan ke pihak penyidik untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian Taiwan menghimbau agar para TKW Indonesia yang tengah bekerja di Taiwan diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada.

Selain itu para korban pemerk0saan atau penc4bulan diminta untuk tidak segan-segan segera melaporkan tindak as*sila yang dialami dengan menyertakan barang bukti yang dimiliki agar pihak berwajib dapat membantu menjerat pria hidung belang yang tak bermoral dan menggiringnya dengan hukum pidana yang berlaku di Taiwan.  Apple Daily, suara bmi, indogo

Berpura - pura Sakit Agar Diperhatikan TKW Gebetannya, TKL Kaburan Ini Malah Memperk0sanya Saat Ia Dijenguk

Powered by Blogger.
close