loading...

SUARABMI.COM - Seorang TKW Hongkong bernama Sunarti, nekat mengajukan permohonan torture claim alias paper ke Pemerintah Hong Kong sekalipun yang bersangkutan kini masih mendekam di balik terali. Pengajuannya itu telah ditolak Pemerintah Hong Kong, namun Sunarti tetap ngotot minta naik banding hingga kini.

Pada 2017, Sunarti ditangkap polisi akibat ketahuan memakai HKID milik orang lain. Atas pelanggaran pidana tersebut,  Pengadilan Eastern menjatuhinya hukuman penjara 12 bulan. Selain itu, hingga berita ini diturunkan Sunarti juga masih menjalani proses pengadilan untuk kasus pidana kedua, karena ternyata mantan PMI ini telah overstay 8 bulan di Hong Kong saat tertangkap.

Bukannya kapok, Sunarti malah nekat mengajukan permohonan torture claim alias paper ke Pemerintah Hong Kong saat dia telah berstatus narapidana. Upayanya ini terungkap saat Hakim Peter Law membacakan fakta data diri Sunarti di depan sidang Pengadilan Eastern, Jumat, 16/11/2018.

Torture claim adalah proses pengajuan menjadi pengungsi di Hong Kong dengan alasan tak dapat kembali ke negara asal karena adanya ancaman akan dianiaya di tanah airnya. Torture claim biasa dikenal dengan istilah ‘paper’ diantara WNI di Hong Kong.
[ads-post]
Istilah paper alias kertas, muncul karena Departemen Imigrasi akan menahan paspor dan HKID orang yang mengajukan torture claim dan memberikan selembar kertas sebagai ganti data diri. Kertas tersebut biasanya berlaku hingga 2 tahun, dan pemegang kertas harus menghadap lagi ke Departemen Imigrasi untuk diujiulang apakah permohonan torture claim-nya diterima atau tidak. Jika ternyata permohonannya ditolak, pemegang paper akan segera dideportasi.

Sejak awal diberlakukannya hingga kini, Data Imigrasi HK mencatat belum ada satu pun WNI yang sukses diterima sebagai pengungsi di Hong Kong. Maka tak jarang WNI pemegang paper nekat memilih overstay daripada menghadap Departemen Imigrasi untuk memperpanjang masa paper-nya.

“Terdakwa saat ini telah mengajukan naik banding karena penolakan pengajuan torture claimer-nya itu, ya,” kata Hakim Law, sesaat setelah meneliti data Sunarti di depan sidang.

Sunarti hari ini sebenarnya maju sidang atas pelanggaran overstay 8 bulan. Namun mantan PMI ini ngotot naik banding sekalipun pengajuan paper-nya telah ditolak. Akhirnya Hakim Peter Law memutuskan untuk menunda sidang pelanggaran overstay Sunarti hingga bulan depan. | suara

Ditolak Pemerintah, TKW Hongkong Ini Ngotot Minta Paperan Walaupun Sekarang Masih Dalam Penjara

Powered by Blogger.
close