loading...

SUARABMI.COM - Saya, Erwiana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyampaikan kritikan, masukan dan pandangannya atas status saya di facebook.

Pertama, Saya ingin mengklarifikasi perdebatan di facebook, terkait postingan saya yang menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang mengizinkan asing kuasai 100% saham di 54 industri dalam negeri seperti yang diberitakan oleh media Tempo pada 17 November 2018 lalu. 

Komentar saya atas pemberitaan ini adalah murni pandangan pribadi saya yang merasakan dan menyaksikan, bagaimana rakyat membutuhkan lapangan kerja dan pembangunan yang menjawab kebutuhan rakyat, namun disisi lain, perusahaan-perusahaan yang dulunya milik dalam negeri di jual ke asing satu demi satu. 

Dalam hal ini saya juga menyatakan tidak dibayar oleh pihak manapun dalam menyampaikan pandangan dan pendapat saya.

Apakah pandangan saya ini disetujui atau tidak disetujui, itu adalah hak teman-teman untuk menilai. Namun sebagai negara Demokratis yang menjunjung toleransi dan perbedaan, maka semua warga negara punya hak yang sama untuk memperjuangkan pandangan politiknya terlepas jabatan, status, jenis kelamin, suku, agama dan ras. Tugas kita semua adalah saling menghormati.
[ads-post]
Kedua, Saya meminta maaf jika ada kata-kata ini “sejak kapan ya kita berkawan, kenal saja kagak…tepuk jidat aja dah” menyinggung teman-teman.

Kata-kata tersebut saya tujukan kepada salah satu komentator yang sengaja menyerang saya dengan menggunakan kasus dan keluarga saya. 

Saya mengatakan itu karena terbawa emosi, menyikapi komentator yang terus membawa, melibatkan dan menyinggung kasus dan keluarga saya untuk menyudutkan.

Saya minta maaf, jika kata-kata tersebut atau kata-kata lain didalam komentar saya, menyakiti teman-teman. Saya tidak bermaksud menyinggung atau melukai siapapun. Saya sama sekai tidak bermaksud untuk meniadakan dan melupakan semua jasa serta bantuan yang diberikan kepada saya dan keluarga saya.

Ketiga, namun saya juga menyayangkan semua pihak yang tidak tahu masalahnya, tapi kemudian turut menyebarluaskan kata-kata itu tanpa mengetahui masalahnya sehingga memancing kebencian, kecaman dan tuduhan. Bagaimanapun saya menilai ini tidak diperlukan, tidak mendidik, dan tidak akan membantu siapapun.

Tindakan seperti ini perlu dihindari karena akan membuat korban-korban lain takut meminta pertolongan dan ragu untuk menuntut keadilan.

Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman dan pihak –pihak masih terus mau mendukung dan membantu perjuangan saya dan buruh migran lain korban kekerasan untuk menuntut keadilan.

Salam,
Erwiana Sulistyaningsih

Erwiana Minta Maaf dan Memberikan Pejelasan Terkait 'sejak kapan ya kita berkawan, kenal saja kagak…tepuk jidat aja dah'

Powered by Blogger.
close