loading...
============

SUARABMI.COM - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Thailand, wanita Cina, dan pria Taiwan dilaporkan ditangkap oleh pihak kepolisian Taipei pada hari Senin (05/11) sehubungan dengan razia wanita malam di Pasar Malam Guangzhou Kota Taipei, laporan Apple Daily.

Biro Kepolisian Pemerintah Kota Taipei distrik Wanhua baru-baru ini menerima banyak tentang pedagang s*ks bebas yang memikat pelanggan untuk terlibat dalam aksi pr(o)stitusi.

Dalam laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sang pialang bahkan merekrut TKW asing dari luar negeri untuk bekerja dalam perdagangan s*ks tersebut dengan berkedok kegiatan tur pariwisata dan bedah kosmetik.

Pihak kepolisian juga menerima laporan dari warga mengenai banyak pelacur asing yang terlihat meminta orang yang lewat di dalam Pasar Malam Jalan Guangzhou di Distrik Wanhua di Taipei untuk menikmati layanan s*ks komersil yang mereka tawarkan di lokasi tersebut.

Pada malam tanggal 5 November, polisi memperoleh surat perintah penggeledahan dan menyerbu sebuah apartemen di samping Pasar Malam Jalan Guangzhou yang digunakan sebagai markas gadis panggilan untuk memikat pelanggan dan mengirim pelacur asing untuk beroperasi mencari klien.

Di dalam apartemen, polisi menemukan seorang gadis panggilan yang merupakan warga negara Thailand berusia 19 tahun, yang datang dengan nama panggilan "Pengpeng".

Selain itu polisi juga menemukan seorang wanita Tionghoa berusia 38 tahun, bermarga Ching dan seorang pria Taiwan yang mengelola operasi pr(o)stitusi yang dijalankan yang bermarga Hsieh.

Menurut penyelidikan awal, operator call center akan memposting iklan untuk layanan s*ksual secara online dan menggunakan aplikasi jejaring sosial LINE untuk memikat pelanggan.
[ads-post]
Dalam iklan tersebut tercantum pengumuman "Saya memberikan layanan profesional yang tidak dilakukan orang lain," dan akan mencakup foto, usia, ukuran, layanan yang ditawarkan oleh sang pel(a)cur dan harga layanan.

Di tempat kejadian, polisi menemukan 270 kondom, enam botol pelumas s*ksual, telepon seluler, dan uang tunai senilai NT $ 3.000 yang merupakan bayaran klien untuk pertemuan s*ksual dengan pel(a)cur yang telah dipilihnya.

Wanita Thailand, Pengpeng, mengklaim bahwa dia baru berada di Taiwan selama tiga hari dan meminta biaya sebesar NT $ 2.400 untuk melakukan hubungan s*ksual dengan kliennya.

Dari jumlah tersebut, TKW ini mengaku hanya mendapatkan upah sebesar NT $ 1,000 untuk dirinya sendiri. Dia mengatakan sisa dari keuntungan tersebut diberikan kepada manajer operasi.

Pengpeng mengatakan bahwa pedagang s*ks menawarkannya tiket gratis ke Taiwan. Begitu dia tiba di Taiwan, seseorang dikirim untuk menjemputnya.

Sedangkan wanita Cina bermarga Ching, mengatakan bahwa dia sedang dalam perjalanan tujuh hari ke Taiwan dan telah mengklaim bahwa tujuannya untuk memasuki negara itu adalah untuk melakukan operasi bedah plastik.

Polisi menduga bahwa selain terlibat dalam pr(o)stitusi, Ching juga bekerja sebagai sopir untuk menjemput pelanggan.

Polisi kemudian terus memperluas penyelidikan mereka untuk mengidentifikasi para pedagang di hulu dan mengungkap sejumlah oknum yang juga terlibat dalam bisnis terlarang ini.

Setelah interogasi, ketiganya dipindahkan ke Kantor Kejaksaan dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Pemeliharaan Tindakan Sosial, Perbuatan Melanggar Moral dan melanggar Peraturan yang Mengatur Hubungan antara Rakyat Wilayah Taiwan dan Rakyat Daratan Area Cina.

Sedangkan untuk Pengpeng, gadis panggilan asing asal Thailand akan dikirim ke Badan Imigrasi Nasional Taiwan untuk selanjutnya dideportasi ke kampung halamannya.

*Taiwannews, Apple Daily, indogo, suarabmi

Gempar! Lokasi Pr(o)stitusi Di Taipei Diciduk, Polisi Temukan 1 TKW Dan Wanita Cina

Powered by Blogger.
close