loading...

SUARABMI.COM - Sepertinya obat kuat dari pemerintah yang diberikan kemarin lumayan ampuh. Kementerian Keuangan membatalkan sisa penerbitan obligasi sampai akhir tahun. Potensi pendanaan dalam sisa empat lelang ini diperkirakan Rp 48 triliun.  

BI mengakui bahwa kenaikan 7 Day Reverse Repo Rate ditempuh untuk membuat pasar keuangan Indonesia lebih atraktif di mata investor global. Dengan kenaikan suku bunga acuan, maka imbalan investasi di Indonesia akan ikut naik (utamanya instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi). 

Benar saja, yield memang menanjak sejak awal Mei. Dalam periode 1 Mei hingga hari ini, yield obligasi pemerintah seri acuan tenor 10 tahun melonjak 95,2 bps. 
[ads-post]
Kenaikan yang sangat menggiurkan ini tentu membuat investor, terutama asing, bernafsu memburu surat utang pemerintah. Per 21 November, kepemilikan investor asing di obligasi negara tercatat Rp 889,21 triliun. Naik 5,03% dibandingkan posisi awal Mei. 

Masih derasnya aliran modal asing di pasar obligasi hingga hari ini menjadi faktor penopang penguatan rupiah. Tidak sembarang menguat, rupiah juga berhasil menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia.

Menguatnya rupiah ini juga mempengaruhi pendapatan TKI di luar negeri dimana dengan kurs rendah gaji per bulan yang mereka dapatkan juga rendah tak seperti biasanya.

Lantas, bagaimana menurut kalian yang saat ini bekerja dengan gaji dollar? yang nilainya semakin rendah?

Rupiah Menguat No.1 se Asia, Jumlah Kiriman Gaji TKI Turun Drastis Tak Seperti Biasanya

Powered by Blogger.
close