loading...

Pegawai Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency / NEA) Singapura menangkap dua pedagang kaki lima ilegal yang melakukan transaksi jual beli di sebuah tanah lapang di Paya Lebar.

Sebagaimana dilansir Straits Times, Rabu (19/12/2018), Juru bicara Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengatakan bahwa mereka melakukan tindakan penegakan hukum terhadap dua pedagang dalam inspeksi pada hari Minggu lalu.

Dalam sebuah video rekaman saat inspeksi itu menunjukkan tiga petugas NEA memasukkan barang-barang makanan ke dalam kantong sampah. Sampah-sampah plastik berserakan di bawah pohon tempat mereka berkumpul. Banyak tas dan kotak yang diyakini berisi bahan-bahan memasak dan makanan mentah, diletakkan di sebelah pohon. Para petugas juga membereskan panci masak di atas kompor portabel. Seorang wanita dalam video itu berbicara Bahasa Indonesia memperingatkan orang lain tentang tindakan penegakan oleh pihak berwenang Singapura.
[ads-post]
Daerah di sebelah City Plaza banyak pekerja rumah tangga asing dan berkumpul pada akhir pekan. NEA telah menerima empat laporan dalam tahun ini tentang penjualan makanan ilegal di sana.

NEA menegaskan bahwa tindakan dilakukan terhadap pedagang kaki lima ilegal, baik penduduk setempat maupun orang asing, karena jalan yang tidak diregulasi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. NEA akan terus mengambil tindakan tegas dan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat disarankan untuk melaporkan penjaja ilegal dengan menghubungi pusat kontak 24 jam NEA di 1800-CALL-NEA (1800-2255-632). Mereka yang ditemukan menjajakan secara ilegal, barang mereka disita dan didenda $ 300, $ 400 dan $ 500 untuk pelanggaran pertama, kedua dan ketiga. Setelah pelanggaran keempat dan selanjutnya, mereka akan dituntut di pengadilan.

BMI yang Jualan di Hari Libur Akan Didenda 5 Juta Oleh Pemerintah Singapura

Powered by Blogger.
close