loading...

SUARABMI.COM - Landscape kota ini merupakan contoh hutan beton dalam arti sesungguhnya. Di dalam ribuan pencakar langitnya berkantor perusahaan jasa keuangan multinasional dan perbelajaan mewah.

Di balik gemerlapnya Hong Kong, jutaan warga hidup dalam kemiskinan akibat tingginya biaya hidup dan properti. Tak sedikit warganya yang berkerja di sektor informal  tinggal dalam cage home, hunian kumuh dalam unit-unit rumah susun tua.

Dengan penghasilan sekadarnya, tak heran banyak warga Hong Kong yang harus rela tinggal di hunian serupa kandang unggas sehingga tak layak disebut tempat tinggal. Cage home atau rumah berkerangkeng mulai banyak ditemui di Hong Kong pada 1950.

Awalnya hunian tersebut merupakan penampungan sementara bagi imigran dari Tiongkok daratan yang bekerja sebagai buruh proyek kontruksi. Bloomberg mencatat per 2017 cage home adalah tempat tinggal bagi mayoritas dari 14,7 persen warga miskin Hong Kong.
[ads-post]
Meski bentuknya serupa kandang, namun harga sewanya tergolong tinggi. Sedemikian tinggi hingga satu cage home biasa dihuni 2-3 orang sekaligus. Mereka bergantian tidur di sana sesuai jadwal kerjanya masing-masing.

Bila di dalam setiap unit rusun tipe studio berisi 5-6 unit cage home, bisa dibayangkan betapa padat dan sumpek suasananya. Mereka berbagi toilet dan dapur yang kondisinya juga ala kadarnya.

Meski tidak layak huni, di dalam laporannya Bloomberg di dalam karena permintaan terhadap cage home tidak pernah sepi. Layaknya apartemen dan kondominium di Hong Kong, harga sewa Cage Home terus meningkat. Warga yang tidak mampu menjangkaunya, akhirnya 'bertampat tinggal' di lorong-lorong dan basement gedung.

Meski kriteria warga miskin di Hong Kong adalah berpendapatan hingga Rp 7 juta per bulan  yang artinya jauh di atas Indonesia, namun mereka harus berebut lahan yang sebenarnya tidak ada. Padatnya populasi membuat tempat tinggal layak huni adalah barang mewah di Hong Kong. *medcom

Cage Home, Potret Suram Hunian di Hong Kong - Tak Seindah di Photo Profil BMI/ TKI

Powered by Blogger.
close