loading...

SUARABMI.COM - Sudah sering kali pelanggaran yang dilakukan BMI di Hongkong mendapat peringatan namun peringatan dan razia itu rupanya tak pernah membuat niat para penjual mingguan itu surut dan takut.

Walaupun ancaman penjara 2 tahun dan denda HK$ 50.000, hal itu tidak membuat mereka gentar dan tetap berjualan disaat weekend untuk melayani sesama BMI.

Seperti sudah terorganisir, saat razia datang selalu saja diketahui dan dapat meloloskan diri seperti ada informan sebelumnya dan hingga saat ini memang belum ada BMI yang dihukum 2 tahun dan denda HK$ 50.000 karena tertangkap saat jualan, paling -paling hanya hukuman sepekan dan denda ratusan dollar saja.

Namun perlu kamu tahu, selain jualan itu dianggap ilegal dan menyalahi aturan, ternyata yang membeli juga terkena pasal pelanggaran loh.

Mereka terkena pasal pelanggaran membeli barang ilegal. Jangan main - main, hal ini juga bisa membuat siapa saja di bui jika sudah meresahkan pemerintah.

Menukil pemberitaan Oriental Group. meskipun telah ada sebagian yang ditangkap dan dipenjarakan, meskipun saat pelaku berhasil melarikan diri dan bersembunyi namun barang dagangan disita dan dimusnahkan, setiap hari Minggu atau hari libur, keberadaan pedagang di Causeway Bay seolah tak terbendung.

Keberadaan mereka yang berjualan makanan, diam-diam menjadi perhatian otoritas pengawas obat dan makanan di Hong kong atau FEHD.

Salah seorang staf FEHD menyatakan temuannya, bahwa makanan yang dijual tidak dijamin sterilitas dan kelayakan untuk dimakan manusia. Petugas memaparkan, temuan mereka saat proses memasak de3ngan menggunakan kompor gas bertabung kecil, telah mencemari baik tangan pedagang maupun makanan yang dimasak dan dipegang dengan kandungan gloucester yang mengkontaminasi pembeli dengan bakteri E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella serta gastroenteritis dan kolera.

Menurut keterangan Dokter Off Kamei, ditemukan kasus kontaminasi akibat bakteri yang didapat dari hasil mengkonsumsi makanan yang dijual oleh pedagang liar tersebut telah mengkontaminasi keluarga majikan terutama anak-anak dan lansia yang daya tahan fisiknya paling rentan.
[ads-post]
Imigrasi Hong Kong mengatakan, sepanjang Januari hingga November 2018, telah ada 162 PRT asing yang ditangkap karena kasus tersebut. Dalam ordonasi Imigrasi, mereka melanggar visa tinggal yaitu dengan melakukan usaha perniagaan yang tidak berlisensi.

Berdasarkan sangsi ordonasi Imigrasi, pelaku terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun dan denda sebesar HKD 50 ribu.

Otoritas yang menangani tata ruang mengatakan, keberadaan PRT asing yang menjadi pedagang liar baik di kawasan Causeway Bay maupun kawasan lainnya di Hong Kong telah melakukan pelanggaran ordonasi tata ruang. Pasalnya, disamping tidak mengantongi lisensi dari aktifitas perniagaannya, mereka melakukan aktifitas tersebut di tempat yang peruntukannya bukan untuk berniaga atau berjualan. Pelanggaran ini juga akan menuai sangsi pidana penjara dan denda.

Jika dilihat dari ordonasi kesehatan, pengawaswan obat dan makanan, makanan tidak berlisensi yang mereka perniagakan, jika terbukti tidak steril dan mengandung bakteri berbahaya seperti temuan dokter tersebut diatas, mereka juga bisa dijerat dengan ordonasi kesehatan, pengawasan obat dan makanan. Ordonasi ini juga memiliki ancaman hukuman penjara dan denda.

Dari sisi konsumen atau pembeli, membeli makanan maupun barang lain dari para pedagang tidak berlisensi atau liar atau ilegal, juga melanggar aturan. Pelanggaran yang dilakukan pembeli masuk kategori membeli barang ilegal menurut hukum di Hong kong.

Pembeli yang dengan sengaja melakukan hal demikian, juga bisa dikenai ancaman pidana penjara dan denda atas perbuatannya.

Awak media yang menyamar dan berhasil mendapatkan informasi penting mengenai keberadaan dan jaringan mereka menyatakan, keuntungan yang didapat oleh para pedagang liar memang cukup besar. Dengan modal awal kisaran 800-an dolar Hong Kong, saat dagangan habis atau aktifitas perniagaan diakhiri, mereka telah berhasil mengumpulkan uang antara HKD 3.000 – hingga HKD 5.000 dalam sekali berjualan.

Kerukunan para pedagang berhasil membangun jaringan komunikasi dan sistem pengawasan. Dimana ada beberapa orang yang merupakan bagian dari mereka memainkan peran sebagai pengawas dari jarak jauh. Tugas mereka, mengawasi kedatangan petugas yang akan melakukan razia. Jika mereka melihat kedatangan petugas yang akan melakukan razia, pengawas dalam waktu sesegera mungkin langsung memberi tahu para pedagang sehingga baik para pedagang maupun pembeli bisa langsung melarikan diri atau bersandiwara memainkan peran sedang pesta makanan.

Pengawas memiliki kepekaan yang cukup tinggi, sebab mereka bisa mengidentifikasi pergerakan petugas meskipun berpakaian bukan seragam atau preman. Bahkan, mata-mata petugaspun mereka bisa mengetahui kehadirannya. Kondisi ini membuat petugas dibuat kerepotan saat akan melakukan penangkapan

Hati - Hati...! Belanja di Tempat Jualan BMI Saat Liburan Terancam Pasal Membeli Barang Ilegal

Diberdayakan oleh Blogger.
close