loading...

SUARABMI.COM - Mimi Dewi jadi satu dari tujuh korban jenazah yang ditemukan mengapung di Selat Malaka yang sudah berhasil diidentifikasi. Menurut penuturan keluarga, Mimi berangkat dari Malaka, Malaysia bersama beberapa teman.

"Mereka itu semuanya ada 19 orang termasuk keluarga saya Mimi dan anaknya Ica yang berusia 6 tahun. Mimi itu adik ipar saya," kata Anto, abang ipar Mimi kepada Okezone, Sabtu (1/12/2018).

Anto bersama Ira, kakak korban saat ini tinggal di Malaysia. Menurut penuturan Anto, Mimi berangkat dari Malaysia pada 21 November 2018.

"Mimi dan Ica pamit sama kita pukul 2 sore waktu Malaysia dan Mimi bilang kapalnya berangkat ke Indonesia pada pukul 12.00 malam waktu Malaysia," ujarnya.
[ads-post]
Korban berangkat dari Malaysia menggunakan kapal cepat tujuan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selanjutnya mereka akan berlayar lagi ke Kota Dumai, Riau. Diduga sebelum sampai ke tujuan, kapal mereka karam.

"Tapi apa yang terjadi, nasib malang menimpa adik kami, Mimi, kapalnya mungkin karam," ucapnya sedih.

Mimi Dewi rencananya akan pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Pihak Polres Bengkalis bersama Tim Basarnas sejauh ini sudah menemukan tujuh jenazah yang mengapung di Perairan Bantan.

Minta Ica Ditemukan

Ica (6), anak dari Mimi Dewi, korban kapal karam di Selat Malaka belum ditemukan. Pihak keluarga Mimi di Malaysia meminta Pemerintah Indonesia menemukan semua penumpang kapal yang diperkirakan berjumlah 19 orang, termasuk Ica.

"Kami memohon kepada Pemerintah Indonesia segera menemukan Ica dengan keadaan apapun. Kami sangat kehilangan di sini," kata Anto.

Jenazah Mimi, ibu dari Ica sudah berhasil teridentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Mimi sudah dimakamkan di kampung halamannya di Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. | oz

Kapal Berpenumpang 19 TKI Karam, 7 Mayat Baru Ditemukan di Malaka

Powered by Blogger.
close