loading...

SUARABMI.COMSetiap PRT migran berhak mendapatkan perlindungan kehamilan dan perlindungan bersalin. Majikan TIDAK dapat memecat pekerja yang hamil. Perlindungan itu didasarkan pada hukum ketenagakerjaan Hong Kong. Tapi PRT BERHAK memutuskan kontrak kerja.

Ada lembaga yang melindungi tentang hal ini yaitu PathFinders.

Berdasar aturan tersebut, majikan yang memecat PRT yang hamil bukan karena pelanggaran yang serius dapat dikenakan tuntutan pidana dan jika dinyatakan bersalah dapat dikenai denda sebesar HK$ 100.000. PRT tersebut juga bisa mengajukan tuntutan di Equal Opportunities Commisssion (EOC) terhadap majikannya.

Selain itu, ada beberapa hak yang layak diterima oleh pekerja atau PRT yang hamil. Syaratnya adalah pekerja atau PRT tersebut telah bekerja tidak kurang dari 40 minggu sebelum masa cuti bersalin dan telah menyampaikan pemberitahuan tentang kehamilannya melalui surat keterangan dokter kepada majikan. 

Hak-hak yang layak diterima PRT tersebut adalah satu bulan gaji sebagai ganti pemberitahuan (uang pengganti notice), hak cuti tahunan, satu bulan gaji sebagai ganti rugi, dan pembayaran 10 minggu cuti bersalin.
[ads-post]
Pembayaran cuti bersalin dihitung berdasarkan 4/5 dari gaji. Contohnya, jika gaji PRT tersebut adalah HK$4010, maka dia berhak mendapatkan 10 minggu pembayaran cuti bersalin yang berjumlah HK$7.382. Cara menghitungnya: HK$4010 x 12 bulan / 365 hari x 7 hari x 10 minggu x 4/5.

Hamil itu hak setiap wanita, kapanpun, dimanapun. Kita jangan berfikir cupet cobalah  membuka wawasan. Apakah hanya karena seorang perantau lalu hamilnya selalu karena alasan negatif?? TIDAK

Peraturan tentang perlindungan BMI hamil tersebut tidak hanya untuk BMI, tapi SELURUH PEKERJA PRT ASING SAMA, yang dari Philipin,Vietnam,Thailand dll, tidak perduli status mariage or singgle   

Lagipula kalau dalam keadaan hamil tetap meneruskan pekerjaan, bukankah hal tersebut akan sangat tidak baik untuk keamanan si janin? Apalagi jika pekerjaan yang dilaksanakan tergolong pekerjaan berat.

Banyak majikan yang sengaja mencari PRT yang belum menikah karena alasan ini. Pantas dan wajar jika mereka akan kecewa jika kemudian mendapati PRT nya hamil, meskipun begitu majikan tidak boleh melanggar hukum.

Disisi lain banyak BMI yang belum paham tentang hal ini, sehingga ada yang merasa ketakutan ketika mengetahui dirinya hamil.

SuaraBMI - May Toha

Ketika TKW HAMIL di Hongkong, Kenapa Harus Takut dan Digugurkan? Ini yang Harus Kamu Ketahui Saat Kamu hamil

Powered by Blogger.
close