loading...

SUARABMI.COM - Tainan, Tiga hari lalu, Kepolisian Tainan menangkap 2 TKI kaburan ketika sedang memeriksa rumah judi Tianjiu. Kedua TKI kaburan yang berjenis kelamin laki- laki tersebut mengaku mereka kabur karena gaji yang lebih tinggi dan waktu jiaban (lembur) yang sangat banyak. Dalam sebulan, mereka dapat menghasilkan uang tambahan sebesar belasan ribu NT. Mereka juga berkata bahwa pabrik tempat mereka bekerja adalah “Surganya para pekerja migran” sehingga tak rela dipulangkan ke Indonesia.

Departemen Ketenagakerjaan Tainan mengungkapkan, kepolisian saat ini masih belum memberikan keterangan tentang lokasi pabrik dimana mereka bekerja. Mereka akan menunggu berkas- berkas dikirim ke kantor terlebih dahulu, sebelum mengirim petugas pemeriksaan untuk melakukan investigasi dan memberikan denda.

TKI kaburan yang tertangkap bernama Anto (25 th). Dua bulan lalu, ia bekerja di sebuah pabrik gear mesin di Taichung dengan gaji 23000 NT sebulan. Pabriknya sangat mematuhi hukum ketenagakerjaan. Lalu, ia mendengar dari temannya bahwa kebanyakan pabrik di Tainan menerima pekerja kaburan. Gaji dan lemburan di sana juga lebih banyak hingga belasan ribu NT. Di sana, inspeksi polisi juga jarang. Akhirnya, Anto nekat kabur ke Tainan dan bekerja di sebuah pabrik pengelasan di Distrik Annan.
[ads-post]
Teman Anto yang ikut tertangkap bernama Siji (27 th). Ia menggunakan visa turis untuk bekerja di Taiwan selama 1 tahun lebih. Pekerjaannya di pabrik pengelasan Tainan kini ia dapatkan berkat rekomendasi temannya. Selama setahun bekerja, ia telah berhasil membeli tanah di Indonesia. Awalnya, ia berniat untuk bekerja di Taiwan sampai dapat membangun rumah, namun nahas malah tertangkap.

Baik Anto maupun Siji mengatakan bahwa Tainan merupakan “Surganya para pekerja migran”. Di sana mereka bisa bekerja selama 30 hari dalam satu bulan. Dalam sehari, mereka memperoleh upah 1100 NT. Bila dijumlah, gaji mereka lebih tinggi belasan ribu dari TKI legal. Apalagi bila lembur, mereka bisa mendapatkan beberapa ribu NT lagi.

Akhirnya, mereka dikirim ke Departemen Imigrasi untuk dideportasi. Kepolisian juga meminta Departemen Ketenagakerjaan untuk mendenda pabrik yang mempekerjakan TKI kaburan.

Departemen Ketenagakerjaan Tainan menyatakan, para majikan yang mempekerjakan TKI kaburan akan didenda sebesar 150.000- 750.000 NT. Besarnya denda akan dihitung sesuai dengan jumlah orang yang dipekerjakan. Tahun ini, mereka sudah mendapatkan Mulai dari bulan Januari hingga November tahun ini, mereka telah menyelidiki 1197 pelanggaran dengan denda mulai 20.000 hingga 1000.000 NT. Berbagai cara akan dilakukan untuk menyelidiki pelanggaran. Mereka menambahkan, pernyataan Anto dan Siji yang mengatakan bahwa “Tainan adalah surganya para pekerja migran” hanyalah perasaan mereka semata, namun bukan begitu kenyataannya.

apple daily, intaimagazine

Maksud Hati Inspeksi Rumah Judi, Polisi Malah Tangkap 2 TKI Kaburan, Saat Mau Dideportasi Mereka Menolak Karena Pabriknya Merupakan 'Surganya Para Pekerja Migran'

Powered by Blogger.
close