loading...

Mayat-Mayat yang Mengapung di Perairan Bengkalis Diduga TKI Ilegal dari Malaysia, Ada yang Berasal Dari Jawa Timur, Berikut Datanya
SUARABMI.COM - Kuat dugaan 8 mayat mengapung di perairan Bengkalis adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang pulang dari Malaysia. Ini disebabkan perairan Bengkalis sering digunakan untuk penyeberangan TKI ilegal. Atas kondisi itu pula, Polres Bengkalis melakukan koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

Dari keterangan warga, 8 mayat mengapung yang ditemukan di perairan Bengkalis kuat dugaan merupakan korban kapal TKI ilegal yang tenggelam saat berlayar dari Malaysia ke Bengkalis.

Pasalnya, lintasan ini sering digunakan oleh penyeludup untuk mengantar TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya. Lintasan yang sering digunakan antara Rupat dengan Batu Pahat.

Pelintasan ini merupakan lintasan terdekat yang bisa dilintasi dalam waktu lebih kurang satu jam. Seperti diungkap Kades Pampang Pesisir, Pasla, dalam tiga hari ini desanya dihebohkan dengan penemuan mayat.

Pasla mengaku, sudah dua orang dari luar Pulau Bengkalis yang menelpon dirinya. Dua orang yang menelponnya menanyakan terkait temuan mayat tersebut.

"Ada dua orang yang menelpon saya, satu dari Malaysia satu lagi dari Batu Bara Sumatera Utara," ungkap Pasla.

Menurut Pasla, dua orang ini menanyakan terkait identitas korban yang ditemukan. Mereka menduga satu di antara mayat tersebut keluarga mereka.

"Alasan mereka karena salah satu keluarga mereka sudah sepuluh hari balik dari Malaysia namun sampai hari ini belum juga sampai," ungkap Pasla.

Mendengar ini, Pasla mengarahkan pihak yang menelponnya untuk menghubungi pihak kepolisian dan Rumah Sakit.

"Kita arahkan mereka untuk menghubungi pihak berwajib atau rumah sakit untuk memastikannya," terang Pasla.

Sementara itu Kasatreskirm Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan juga mengakui, sampai saat ini sudah ada laporan kehilangan keluarga melalui Polda Riau.

Menurutnya, yang merasa kehilangan ini sedang dilakukan indentifikasi antara mayat dan keluarga yang melaporkan kehilangan.

"Mereka saat ini di RS Bhayangkara sedang melakukan identifikasi, apakah mayat dan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga ini identik untuk memastikan benar tidaknya mayat anggota keluarga mereka," tandasnya.

Sejumlah warga Bengkalis membenarkan adanya dugaan penyeberangan TKI ilegal dari Malaysia menuju perairan Rupat, Bengkalis. Penyeberangan ini biasanya menggunakan speedboat pancung berangkat saat tengah malam.
[ads-post]
"Memang biasanya ada penyeberangan ilegal di sana, berangkat malam dengan menggunakan speedboat ke Rupat," ungkap Rianto warga Bengkalis yang pernah bekerja di Malaysia.

Menurut dia, biasanya kondisi perairan pada akhir tahun memang angin sangat kencang bahkan ombak cukup tinggi di perairan Selat Malaka.

"Bisa saja speedboat mereka terhempas ombak dan tenggelam, sehingga banyak mayat yang ditemukan beberapa hari ini korban tenggelam speedboat tersebut," tandasnya.

Dari hasil indentifikasi ini diketahui tiga mayat berjenis kelamin laki laki dua mayat dan berjenis kelamin wanita satu mayat.

Kemudian pihak kepolisian juga berhasil mendapatkan identitas mayat laki laki dari fotocopy KTP yang sudah di press di dalam salah satu kantong celana mayat.

Dari KTP tersebut diketahui laki-laki ini berasal dari Sumatera Barat bernama Ujang Chaniago, lahir di Padang 5 Agustus 1970, dengan alamat Lubuk Nyiur dusun Koto Mudik kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Sumatera Barat.

Ketiga mayat usai diindentifikasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diidentifikasi lebih lanjut dan pengambilan sampel DNA nya.

Selang satu hari, Jumat siang Nelayan Pambang Pesisir kecamatan Bantan kembali dihebohkan dengan penemuan mayat mengapung diperairan Selat Malaka.

Dari identifikasi awal identitas mayat tidak diketahui. Namun jenis kelamin mayat ditemukan berjenis kelamin perempuan.

Sabtu pagi masyarakat Pulau Bengkalis kembali dihebohkan dengan penemuan mayat yang pengapung diperairan. Kali ini tiga titik terpisah kembali ditemukan mayat di perairan Pulau Bengkalis.

Dianatara identitasnya ada yang bernama Maya Karina kelahiran Mojekerto 29 November 1981, dengan Alamat Desa Metikan RT02 RW02 kecamatan Prajurit Kulon Kabupaten Munjekerto Provinsi Jawa Timur.

"Kita masih fokus dengan upaya evakuasi mayat, masih dilakukan pendalaman, dan berkoordinasi dengan pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM)," tandasnya. | tribunnews

Mayat-Mayat yang Mengapung di Perairan Bengkalis Diduga TKI Ilegal dari Malaysia, Ada yang Berasal Dari Jawa Timur, Berikut Datanya

Powered by Blogger.
close