loading...

SUARABMI.COMPemerintah Hong Kong telah mengindikasikan bahwa pihaknya tidak berencana untuk melakukan "penghentian kerja," atau pemutusan kontrak prematur, terhadap pekerja rumah tangga yang sering berganti - ganti majikan.

Pemerintah mengatakan sudah ada langkah-langkah yang cukup konkrit untuk mencegah  praktek ketidakberesan seperti ini.

Sekretaris Kota untuk Tenaga Kerja dan Kesejahteraan membuat pernyataan ketika ditanya oleh legislator selama sesi Tanya Jawab.

Sekretaris tenaga kerja mengatakan bahwa sejak 2013, Departemen Imigrasi telah meneliti persetujuan aplikasi visa dari mereka yang sering berganti - ganti majikan, menambahkan bahwa angka-angka menunjukkan bahwa praktik seperti itu "tidak lazim."

“Dari Juni 2013 hingga akhir Oktober 2018, Departemen Imigrasi menerima sekitar 544.000 aplikasi visa kerja dari pekerja rumah tangga, 11.077 diantaranya menjadi sasaran penyelidikan tambahan, mewakili hanya 2% dari total,” kata sekretaris itu.
[ads-post]
Di antara 11.077 kasus yang memang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pemerintah, mayoritas melibatkan keadaan yang dapat dibenarkan mulai dari migrasi, kematian atau perubahan keuangan mantan majikan, atau di mana ada bukti yang cukup menunjukkan bahwa pekerja telah disalahgunakan atau dieksploitasi.

"Secara total, 1.817 aplikasi dari 11.077 kasus ditolak, sementara 658 kasus tidak dapat diproses lebih lanjut," tambah sekretaris.

Langkah-langkah ini telah lama diterapkan dan umumnya efektif, menurut sekretaris. Departemen Imigrasi Hong Kong telah terus memantau setiap penyalahgunaan pengaturan untuk memungkinkan penghentian kontrak sebelum tanggal kadaluwarsa mereka.

Departemen itu mengatakan pihaknya telah meningkatkan tenaga kerja untuk memeriksa dan menyelidiki kasus-kasus dan mengeluarkan panduan yang jelas kepada para petugasnya, termasuk menghubungi para pekerja yang dicurigai sebagai pekerja lepas atau paruh waktu serta mantan majikan mereka saat memproses permohonan tersebut.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja Hongkong telah mengingatkan para majikan untuk membeli kan tiket pesawat untuk para pembantu mereka daripada memberikan mereka uang tunai yang setara dengan tiket pesawat demi meminimalkan kemungkinan mereka overstay di Hongkong atau tidak kembali ke negara asal mereka.

Sebelumnya, pemerintah menolak proposal untuk memperkenalkan masa percobaan di mana baik pengusaha dan pekerja akan dapat mengakhiri kontrak.

Pemerintah Hongkong Akan Hentikan Kontrak Kerja Bagi BMI yang Suka Ganti - Ganti Majikan Dengan Tegas

Powered by Blogger.
close