loading...

SUARABMI.NET - Singapura, Seorang majikan perempuan yang memukul dan mencambuk pembantu Indonesianya pada hari Rabu (19 Desember 2018) dijatuhi hukuman penjara 10 minggu.

Mow Li San, 40, mengaku bersalah atas dua dari tiga dakwaan yang menyebabkan luka pada pelayannya yang berusia 30 tahun.

Pembantu itu mulai bekerja untuk Mow pada tahun 2016. Suami Mow, seorang asisten teknik, bekerja shift malam. Dia akan meninggalkan rumah jam 4 sore dan kembali keesokan harinya jam 7 pagi. Pelayan tidur di kamar tidur yang sama dengan anak kembar Mow, laki-laki dan perempuan, sekarang 11.

Pada 7 Oktober 2016, pelayan seharusnya membawa anak-anak untuk jalan-jalan tetapi gagal melakukannya. Mow meninju pelayan dua kali di lengannya, lalu mencengkeram bahunya dan mengguncangnya dengan marah. Majikan terus memarahinya sepanjang hari, dan juga mengancam untuk memotong gajinya.
[ads-post]
Pada 11 Oktober 2016, sekitar pukul 11 ​​malam, Mow pergi ke kamar anak-anaknya dan pembantu dan membangunkan semua orang. Dia memarahi si kembar dan pelayan karena tidak mengepak tas sekolah mereka dengan benar. Mow juga memukul lengan pelayan itu dua kali.

Tak lama setelah itu, majikan menggunakan tongkat untuk memukul pelayan, yang berteriak kesakitan. Mow mengatakan kepada pelayan untuk tidak memberi tahu suaminya tentang hal itu.

Kemudian, ketika Mow mencoba memecut si kembar, pelayan itu menghalangi majikannya.

Sore berikutnya, si kembar memberi tahu ayah mereka tentang apa yang telah terjadi. Dia membawa mereka semua untuk menemui dokter di klinik terdekat, dan kemudian menelepon polisi untuk melaporkan pelecehan pembantu.

Hukuman maksimum untuk menyebabkan luka adalah hingga dua tahun penjara dan denda hingga $ 5.000 per charge. Jika kejahatan dilakukan oleh majikan seorang pembantu atau anggota rumah tangga majikan, pelaku dapat dikenai satu setengah kali hukuman.

Pukul, Tampar Hingga Mencambuk TKW Asal Indonesia, Majikan Ini Diganjar Hukuman 10 Minggu

Diberdayakan oleh Blogger.
close