loading...

SUARABMI.COMApa yang selalu ada di dalam tas saat kerja ? Kaos kaki dan pashmina panjang selalu tidak pernah absen di dalam tas ku, saat tugas keluar bersama nenek.

Berapa bayak alasan seseorang tak bisa beribadah karena sebuah kesibukan, Bukan maksud untuk memamerkan ibadahh, Tapi begitulah. TKI memahami sekali keadaan ini.

Ini alasan kenapa kaos kaki dan pashmina tidak pernah absen dari tas gendongku, Sering kali berjam jam perjalanan yang mengharuskan kita untuk solat di dalam mobil, kenapa harus meninggalkanya jika engkau bisa melakukanya di situ ?

Seperti halnya pekerjaan ku ini; Bos ku adalah seorang penganut agama buddha yang taat, dia mempunyai tempat sembahyangan yang lumayan besar, dan disana juga saya bekerja untuk sekedar membantu sambil jagaain nenek.

Mereka tau bahwa setiap hari saya harus sembahyang 5 X, beberapa kali mereka mendengar suara adzan di aplikasi hanphonenku, itu menunjukan bahwa waktu solat telah tiba bahkan mereka sudah benar-benar memahami sekali tentang rutinitas ibadah yang aku lakukan ini.

Keadaan tidak selalu baik, kami pun punya tanggung jawab bekerja, bagaimna keduanya harus terlaksana, "habluminallah, wa hablum minannas"?

Di keadaan terburuk 'Solat ku ya sak nemunya' Kadang ketemu koran di situ alas untuk ku bersujut kepada rabbku, Dapat nya kardus di situlah sajadah ku bemunajab, Kadang solat di kamar kalo pas lagi nemu tempat yang nyaman.

Tapi tak jarang harus solat di dapur, solat di gudang, Apa lagi kalo lagi sembahyangan, hampir semua tempat adalah "BERHALA".

Di mana kaki di pijak, di situ lah masjid ku ! Tuhan tau di mana aku saat ini, tapi Tuhan lebih tau hatiku menghadapnya, Lisanku selalu menyebut namanya, Tuhan lebih tau kami tak bisa beranjak dari kemaha besaran Nya.

Tak jarang banyak orang yang berkata, "jauh-jauh cuman jadi TKI, atau yang lebih menyakitkan lagi, mau2nya jadi "Babunya orang kafir" !, Menyakitkan. Bak petir menyambar, sebuah kata - kata yang selalu menghujam jiwa.

Pahami baik2 .. !!

Jika bukan karena ALLAH mengirim TKI ke negara non muslim, tidak mungkin berdiri kokoh masjid di negeri ini. Dari uang TKI lah dari jerih payah keringatnya di bangun masjid2 di negeri yang mayoritas non muslim ini.
[ads-post]
Mereka-merekalah yang memperkenalkan islam dari rumah ke rumah,  Bukan mahasiswa yang sedang mengambil study dsini, bukan !  Tapi TKI2 lah yang dengan tulus, Bekerja, Belajar, Berdakwah.

Tak cukup jika hanya sebuah Gelar "Pahlawan Devisa", Meskipun kenyataanya mereka - merekalah penghasil devisa terbesar negara.

Tapi lebih dari itu, Karena tidak harus menarik pedang atau bercucuran darah untuk menolong agama Allah.

Mereka adalah mujahid Mujahidah fisabilillah . Mereka lah yang menolong agama Allah, menyampaikan islam di negeri ini.

Mereka lah yang menolong perekonomian negara yang nyata, Mereka lah yang mampu memeluk rindu kepada orang tua, suami, istri, anak hanya untuk banyak alasan yang harus harus mereka pikul di pundak, untuk kesejahteraan, Agama, negara dan keluarga.

Dengar baik - baik sahahabatku, dengar baik - baik pahlawan devisa, dengar .. wahai engkau yang saat ini sedang di negeri formosa. Engkau yang sering di panggil dengan sebutan "Babunya Orang kafir" ..!

Engkau bisa berangkat kesini menjadi TKI, Tapi pulang kamu harus menjadi wisuda, buat kalian yang bekerja dan sambil kuliah dsini. Pulang harus jadi ustad wa ustadzah buat kalian yang waktu liburnya di habiskan untuk menghadiri majlis - majelis ta'lim. Pulang harus jadi guru bahasa asing Mandarin and engglish. Pulang harus jadi chef handal makanan luar negeri.  Pulang harus mampu membuka usaha besar yang memperkerjakan banyak karyawan. Pulang harus bisa membangun yayasan anak yatim piatu.

Dan TKI yg sukses adalah mereka yg bekerja dan menuntut ilmu di negeri orang, tapi mengembangkan bakatnya di negeri sendiri, bukan yang bangga berpuluh - puluh tahun tak mau pulang. Hidup adalah sebuah perjalanan, jadi lah penerima, penerima yang baik untuk setiap takdir Nya.

Tidak ada yang sia - sia yang Tuhan ciptakan kecuali ada maksud dan tujuan di setiap kejadian, cepat selesaikan kontrak dan pulang ke indonesia.

Salam damai
Annisa Nuryanti

Tak cukup jika hanya sebuah Gelar "Pahlawan Devisa", Meskipun kenyataanya mereka - merekalah penghasil devisa terbesar negara.

Powered by Blogger.
close