loading...

SUARABMI.COMHari ini Polisi Hongkong kembali melakukan razia rutin untuk menertibkan para BMI yang nyambi jualan di kawasan tempat berkumpulnya BMI.

Dari pantauan redaksi, terlihat ada razia barang dagangan mereka di kawasan Causeway Bay taman Victoria Park Hongkong dimana disana banyak BMI yang sedang liburan.

Saat segerombolan Polisi datang, mereka yang berjualan sudah lari kalang kabut sesaat sebelumnya, mereka meninggalkan barang dagangannya begitu saja.

Polisi yang mendatangi tempat tersebut pun mengamankan barang - barang yang dijual dan membawanya ke kantor Polisi untuk identifikasi termasuk petai dan tempe goreng yang meduk - meduk.

Bandelnya mereka yang selalu jualan walaupun razia kerap dilakukan karena mereka tergiur untung yang besar, melebihi gaji bulanan mereka.
[ads-post]
SR, salah satu pelaku jualan mengaku melakukan kegiatan bisnis dengan membuka lapak warung bakso yang berada di area trotoar luar Victoria Park adalah inisiatifnya sendiri yang awalnya karena melihat banyak para TKW melakukann kegiatan serupa. 

Ia melakukan pekerjaan terlarang itu untuk memperoleh tambahan uang, ia pun sadar atas hukum yang berlaku. “ya takut pastinya soale itu kan dilarang, tapi karena penghasilan lebih banyak ya akhirnya nekat juga.” SR tergiur banyaknya jumlah pendapatan dari berjualan yang mencapai HK$1500-2000 per-Minggunya. 

Ia mendapat keuntungan tersebut hanya dengan modal HK$500. Tak hanya itu, SR pun mampu memperkerjakan seorang pegawai yang sama-sama berstatus sebagai TKW dengan upah HK$175-250 per-satu hari, sewaktu libur hari Minggu untuk membantunya melayani pembeli. Jumlah itu tergantung dari ramai dan sepinya pembeli.

Perlu diketahui berdasarkan pasal 41 Peraturan Keimigrasian (Cap.114) seluruh pelanggaran izin tinggal (termasuk jualan seperti ini) akan dinyatakan bersalah dan dituntut membayar denda sebesar HK$ 50.000 yang setara RP. 85.000.000,- dan hukuman penjara selama dua tahun. Ini videonya
[youtube src="9bFWKCX1YOE"/]

TKW Hongkong yang Jualan Hari Ini Kalang Kabut Didatangi Polisi dan Disita Dagangannya, Ini Pengakuan Mereka yang Jualan

Powered by Blogger.
close