loading...

SUARABMI.COMIni kisah nyata yang dialami oleh banyak TKI Taiwan di tahun - tahun ini dimana mencari job TKI semakin susah dan biaya membengkak banyak sekali.

Kalau 3 atau 4 tahun lalu, cukup 21 hingga 25 juta sudah bisa ke Taiwan namun saat ini tidak, biaya paling tidak 45 juta baru bisa ke Taiwan, itupun jobnya masih susah mencari.

Janji pemerintah terkait penurunan biaya penempatan TKI formal Taiwan yang katanya akan dipangkas habis diturunkan hingga saat ini masih belum terealisasi.

Sempat dihentikan proses ke Taiwan dengan alasan penurunan biaya namun nyatanya hingga saat ini masih sangat mahal bahkan lebih mahal dari yang dulu. Berikut yang merupakan keluh kesah kebanyakan BMI.

Mau kerja ke Taiwan nunggu job setahun lebih, sedang saat dapat job suruh bayar 45 juta. Sesampainya di Taiwan pabrik nggak ada lemburnya. (catatan: kalau pabrik banyak lembur pasti TKI tak mau pulang dan akan nambah kontrak terus dengan aturan baru yang berlaku).
[ads-post]
Gaji pokok : 22.000
Potongan agensi : 1800
Biaya askes : 310
Biaya astek : 410
Tabungan wajib: 3000
Biaya mes dan makan : 3000
Biaya pajak : 1200
Biaya listrik dan air : 500
Potongan bank: 5800 selama 6 sampai 8 bulan, bisa berbeda setiap TKI.

Total potongannya saja sudah 16.320. Gaji pokok 22.000 - potongan 10.520 tinggal sisa 5.680. Kurs saat ini 465 jadi cuman dapat 2.641.200.

Berapa tahun balik modal?  yang pasti sisa 2 juta itu belum yang dimakan anak istri di rumah? cukup sebulan segitu?

Tahun pertama sudah dapat dipastikan tidak akan bisa bali modal, apalagi yang modal awalnya pinjam bank, bakal semakin mumet pastinya.

Berpikirlah untuk memutuskan bekerja di Taiwan, karena untuk mendapat pabrik yang banyak lemburnya susahnya sangat sekali. Dan yang sudah dapat pabrik bagus, pasti mereka tak mau melepaskan.

Yang Mau ke Taiwan Sektor Pabrik, Pikir Dulu Sebelum Terlambat - Begini Kenyataannya, Ngenes...!

Powered by Blogger.
close