loading...

SUARABMI.COM - Kasus pemek0saan yang menimpa TKW Indonesia di Hongkong kembali terjadi lagi, kali dilakukan oleh sang majikan yang sudah berumur 55 tahun di di Unit Lower Village, Wong Tai Sin.

Kasus ini terungkap setelah TKW yang baru bekerja beberapa hari dirumah majikannya itu memberanikan diri melaporkan kasusnya ke Polisi pada pertengahan Desember 2018 kemarin.

Sebagaimana dilansir suara BMI dari Oriental Daily, TKW yang berusia 27 tahun itu mengatakan bahwa awal petaka ini pada 10 Desember 2018 silam dimana sang majikan sudah mulai berani melakukan pelecehan s*ksual.

Dalam sidang di pengadilan terungkap, TKW yang mendapat job mengasuh anak cacat mental berusia 13 tahun tersebut tidur bersama anak yang diasuhnya. Pada malam itu (10/12/2018), pelaku mendatangi kamar tempat anaknya dan TKW tersebut tidur.

Korban yang dalam kondisi tidur, diraba-raba oleh pelaku hingga membuatnya terbangun. Didepan Hakim, korban mengaku diraba bagian pay*dara, paha dan alat kel*min korban. Tangan pelaku masuk ke dalam pakaian korban.

Korban mengaku melawan dengan membentak dan menolak, namun, pelaku berusaha menenangkan suasana dengan membisikkan kalimat “aku mencintaimu” kepada korban kemudian pergi meninggalkan ruangan.

Sejak kejadian tersebut, pelaku menjadi ketakutan berada didalam rumah majikannya. Terlebih lagi, majikan pria yang menjadi pelaku kondisinya pengangguran dan relatif sering berada di rumah.

Korban mengaku ingin melaporkan kejadian tersebut, namun korban kembali kendor keinginan melapornya saat terbayang kehilangan pekerjaan dan teringat orang-orang yang menunggu hasil kerjanya di kampung halaman. Akhirnya kepada agen, korban hanya menuturkan “saya takut” tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
[ads-post]
Sembilan hari setelah peristiwa tersebut, tepatnya tanggal 19 Desember malam hari, pelaku kembali mengulangi perbuatannya. Menurut pengakuan pelaku, malam itu majikan laki-lakinya kembali mendatangi dirinya di kamar yang sama. Malam itu pelaku berhasil melakukan pemerk0saan dan terjadi itu. Korban mengaku, pelaku meminta untuk meng0ral alat kel*minnya saat akan mendapatkan ejak*lasi sehingga korban mengaku mual dan muntah-muntah karena mulutnya tersemprot seperma pelaku.

Tak berhenti hari itu, keesokan harinya, di siang bolong saat korban beraktifitas di dapur, pelaku kembali mendatangi korban kemudian mengulangi kejadian yang sama dalam posisi berdiri.

Korban mengaku diperk0sa majikannya dari belakang. Pada kejadian yang kedua ini pelaku tidak sampai mengalami ejak*lasi, lantaran menurut pengakuan korban, kira-kira baru 3 menitan memasukkan alat kelamin pelaku ke alat kelamin korban, terdengar bunyi “ceklek” suara pintu rumah ada yang membuka.

Dan suara “ceklek” tersebut ternyata suara istri pelaku yang pulang dari bekerja dan masuk ke dalam rumah. Dengan wajah tak berdosa, pelaku menyambut kedatangan istrinya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Usai peristiwa yang kedua ini, korban sudah tidak tahan lagi lalu melaporkan pemerk0saan yang menimpanya ke Agen yang menyalurkan setelah sebelumnya korban menuturkan menelpon KJRI Hong Kong namun tidak ada yang mengangkat.

Setelah berhasil menyampaikan peristiwa yang menimpanya, Agency berkoordinasi dengan KJRI mengevakuasi korban ke Shelter. dan keesokan harinya, dengan didampingi KJRI, korban melaporkan ke Polisi.

Hakim di High Court mengakhiri sidang dengan menyatakan sidang akan dilanjutkan menunggu kondisi psikologis korban sudah tenang.

Baru Beberapa Hari Bekerja di Hongkong, BMI Ini Menjadi Korban Keganasan 'Belut Liar' Majikannya - Begini yang Dia Lakukan

Powered by Blogger.
close