-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Mungkin sebagian dari kita takut untuk berterus terang kepada majikan mengenai penyakit atau kondisi yang yang kita alami selama bekerja di luar negeri, dan hal seperti ini sering kali membawa petaka karena penyakit yang di sembunyikan bisa menjadi parah dan merenggut nyawa.

Belum tentu majikan yang biasanya terlihat kasar akan langsung bereaksi marah dan memecat kita. Itulah yang dialami Yani, BMI asal Bandung. Yani mendapat dukungan penuh dari majikannya saat dokter mendiagnosanya menderita kanker paru-paru.

"Majikan mungkin kelihatannya kasar, tapi hatinya sebenarnya baik. Waktu aku sakit ini, dia sangat mendukung, anaknya juga sampai membuatkan kartu untuk menyemangati aku" Ujar Yani sebagaimana dilansir suara BMI dari suara.

Bahkan si anak majikan saking pedulinya dengan Yani sampai membuatkan kartu penyemangat dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang diberikan kepada Yani.

Yani sempat tertawa saat membaca kembali tulisan tangan anak Majikan di kartu tersebut, yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan beberapa kalimat dalam Bahasa Indonesia itu. "Kayaknya mereka cari-cari dulu nih pakai google translate" Kata Yani.
[ads-post]
Yani yang telah bekerja selama 3,5 tahun dengan majikannya ini semula terus-terusan mengalami batuk kering. BMI ini berterus-terang kepada Majikan, yang lantas menyuruhnya ke dokter.

"Saya sampai bolak-balik ke 5 dokter, katanya nggak apa-apa, cuma karena musim dingin saja, tapi kok nggak sembuh-sembuh?" Kata Yani.

Pada pertengahan Desember 2018, Yani mendadak sesak napas saat baru turun dari bus dekat rumah Majikan. BMI ini langsung menelepon Majikan, yang kemudian menghubungi 999. Yani dibawa ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Rutonjee dan sempat mengalami kritis. BMI ini akhirnya didiagnosa mengalami kanker paru-paru.

Selama ini majikan Yani selalu mendukung dan menemani Yani di rumah sakit, bahkan majikannya juga tak keberatan jika Yani di jenguk oleh teman - teman sesama BMI di Hongkong.

Sambil tertawa, Yani berkisah bagaimana majikannya yang warga HK tersebut kerap mencereweti dokter di rumah sakit untuk memastikan Yani ini mendapatkan perawatan terbaik.

Kini, Yani telah melewati masa kritis dan sudah ditempatkan di ruang rawat biasa untuk diobservasi dokter. BMI ini akan diperbolehkan pulang ke rumah majikan jika kondisinya telah stabil, namun akan diharuskan menjalani terapi selanjutnya di Rumah Sakit Pamela Youth di Chai Wan.

Batuk Kering Terus - Terusan BMI Hongkong Ini Ternyata Terkena Kanker Paru - Paru, Begini Cara Dia Mendapat Simpati Majikannya

Diberdayakan oleh Blogger.
close