-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COMGegap gempita tahun politik menuju pemilihan umum 2019, terutama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden juga ramai terasa di kalangan para Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong.

Sebagai warga negara yang hak suaranya diperebutkan oleh kedua kandidat kepemimpinan republik, para BMI antusias dalam menanggapi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan berjalanannya hari-hari menuju Pilpres. Termasuk isu agama yang pada periode ini sering digulirkan oleh dua kubu pun tidak luput mereka simak.

“kita ini memilih presiden, bukan untuk masuk surga. Urusan surga itu, kan urusan kita pribadi, bagaimana kelakuan kita. Dan memilih presiden itu untuk rakyat, melindungi rakyat,” tutur Alen seorang BMI asal Malang, Jawa Timur yang ditemui SUARA di Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong, Minggu (06/01/19).

Saat ditanya mengapa tidak memilih nomor urut dua, Alen berterus terang bahwa, dia akan tetap memilih paslon (pasangan calon) nomor urut satu, karena menurutnya, progam kerja Jokowi harus dilanjutkan.
[ads-post]
“Bagaimana, ya. Dia [Prabowo] ini kan dari dulu-dulu belum pernah menjabat, kalau Jokowi kan kita sudah tahu kerjanya nyata, kalau seumpama Prabowo kepilih, otomatis programnya baru lagi, kita nunggu lagi,” ujarnya.

Kasus kematian dan kekerasan pekerja migran yang masih menjadi polemik di Indonesia yang hingga hari ini belum mampu terselesaikan tidak membuat Alen berganti pilihan dan ia berharap pilihannya memberikan dampak yang lebih baik di periode mendatang, terutama untuk para pekerja migran.

“Ya, kedepannya. Aku harap lebih baik lagi. Perlindungan yang lebih kuat dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Lain Alen, lain pula Ade. Pekerja Migran yang berdomisili di Tin Hau, menyatakan akan memilih pasangan nomor urut dua, Prabowo-Sandi dengan alasan yang sederhana. “Saya itu idolanya sama Bang Sandi, sama Prabowo,” jawab Ade singkat.

Ketika menyoal visi-misi Paslon pilihannya, Ade mengaku tahu dan akan tetap memilih Paslon nomor dua. “Ya, tahulah sedikit,” tukasnya.

Namun, kejenuhan pada kompetisi Pilpres 2019 yang pesertanya hanya dua pasang dan mengulang pertarungan antara Jokowi dan Prabowo membuat tidak sedikit BMI mengaku memilih ruang ketiga dengan jalan golput (golongan putih).

Seperti Ninit, BMI asal Jember yang mengaku telah menyalurkan aspirasinya di pemilihan presiden sebelumnya, namun hingga saat ini, ia merasa kesejahteraan pekerja migran belum tertuntaskan.

“selama ini saya belum menemukan, yang benar-benar melindungi pekerja migran, semakin banyak yang pergi ke luar negeri [bekerja] kan itu bukan solusi untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Saya pribadi sebagai PMI, siapapun presidennya sih kita dukung, tapi harapan saya, [agar] diberi perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.” Tuturnya

Lalu kamu pilih siapa? Ingatpilihanmu adalah hati nuranimu...! Pilihanmu adalah surgamu di Dunia.

BMI Hongkong: Memilih Presiden dan Hadiah Surga...!

Diberdayakan oleh Blogger.