loading...

SUARABMI.COM Pakar fengsui Suhu Yo memprediksi rupiah bakal melemah lagi di 2019, bahkan bisa menyentuh Rp 17.000. Menurut Suhu Yo, nilai tukar rupiah di tahun 2019 atau tahun babi tanah ini akan terus mengalami tekanan. 

Dia menyebut, tahun politik kali ini menjadi sentimen yang perlu diwaspadai terhadap nilai tukar rupiah.

"Waktu tahun lalu 2018 saya prediksikan dolar (AS) Rp 15.000 orang-orang pada ketawa. Sekarang ternyata benar. Sekarang bisa (tembus) Rp 17.000 dolar (AS)," kata Suhu Yo kepada detikcom, di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

"Apalagi bulan keempat Pemilu ini, itu semua orang sudah mulai ketakutan. Mereka tidak mau investasi properti, tidak mau simpan uang di bank. Mereka pegang bank note, pegang dollar. Sehingga dollar makin melambung, emas juga makin melambung," sambungnya.
[ads-post]
Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, kata Suhu Yo, maka pemilik modal atau orang-orang berduit harus diberikan kepastian serta rasa aman untuk bisa menyimpan uangnya di dalam negeri. Selain itu, para pengusaha atau investor juga harus dirangkul dan diberikan kemudahan yang lebih baik dalam berusaha.

"Antisipasi yang punya uang cerita cuma dua, kasih kami aman supaya kami tidak usah tarik uang ke luar negeri atau simpan uang di bawah bantal. Kasih kami aman supaya kami bisa usaha. Pengusaha kecil memang di-support. Dari investor rasa amannya harus betul-betul dibikin adem semua supaya ekonomi bagus," tuturnya.

Tapi ada sisi baiknya juga saat dollar melambung dimana nilai tukar rupiah terhadap gaji TKI juga akan ikut tinggi. Bayangkan saja jika gaji BMI misalnya akan naik berlipat lipat karena nilai tukar rupiah yang melemah.

Nah, kamu suka nilai rupiah melemah atau menguat? dengan syarat walaupun melemah tidak ada kenaikan harga bahan pokok? Jawab ya....!

Duh! Dolar AS Diprediksi Makin Perkasa Tembus Rp 17.000, Gaji Kiriman TKI Bakal Melejit Naik

Powered by Blogger.
close