loading...

Badan Imigrasi Nasional Taiwan (National Immigration Agency / NIA) telah menemukan dan menangkap kelompok perantara pekerja migran ilegal, dengan tersangka utama bermarga Chu (朱) dan kaki tangannya, bermarga Hsu (徐), Selasa (29/1/2019).

Menurut Chen Chia-hung (陳家弘), wakil kepala NIA, New Taipei City, ada 31 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dan lebih dari 30 majikan ilegal yang terlibat.

Upaya ini atas kerjasama antara kepolisian, Departemen Urusan Perburuhan New Taipei City dan NIA. Dua belas tim tersebar dan mencari di Kota Keelung, Taipei, New Taipei dan Taoyuan. Dalam operasinya, tim menyita sekitar NTD 100.000 (setara Rp 45 juta) enam ponsel, paspor pekerja migran, ARC dan sejumlah besar catatan pengiriman uang.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka yang ingin menyewa pengasuh migran untuk anggota keluarga lansia, agen Chu membuat situs web dengan nama samaran "Tuan Chen," menawarkan layanan perawatan rumah profesional sepanjang waktu.
[ads-post]
Chu mengklaim bahwa para pekerja itu sah dan meminta bayaran kepada pengguna jasa hingga NTD 2.200 per hari untuk layanan tersebut. Kemudian Chu mengambil setengah dari biaya layanan sebagai komisinya.

Sebagaimana dilansir, CNA (29/1), pihak imigrasi mengatakan para pekerja migran akan dideportasi. Bagi majikan yang melanggar hukum ketenagakerjaan dengan merekrut pekerja migran ilegal akan dikenakan denda antara NTD 150.000 hingga NTD 750.000.
Sementara Chu diizinkan oleh Pengadilan Distrik New Taipei untuk mengirim uang jaminan sebesar NTD 300.000.

Operasi gabungan itu adalah upaya terbaru untuk menindak imigran gelap. Sebelumnya, delapan pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen telah ditangkap pada pekan lalu dalam taksi yang mereka naiki dan kini mereka ditahan di pusat penahanan imigrasi.

Gembong Agen TKI Kaburan Taiwan Tertangkap Beserta 30 TKI Kaburan

Powered by Blogger.
close