loading...

SUARABMI.NET  - Diawal tahun 2019 ini departemen Imigrasi Hongkong sudah menangkap 17 pekerja migran ilegal dan lima majikan dalam operasi anti pekerja ilegal 'Twilight' Hongkong.

Operasi tersebut menarget sekitar 16 lokasi termasuk bangunan komersial, sebuah perusahaan, sebuah pabrik, tempat pijat, flat tempat tinggal, restoran dan salon.

Sekitar 17 pekerja illegal yang ditangkap berusia antara 27 hingga 55 tahun, dan terdiri dari 11 pria serta 6 wanita. Salah satu pekerja illegal yang ditangkap itu, juga didakwa menggunakan HK ID palsu.

Lima majikan yaitu 2 pria serta 3 wanita warga Hong Kong berusia 25 hngga 62 tahun turut diciduk atas dakwaan mempekerjakan pekerja migran illegal.
[ads-post]
“Siapa pun yang melanggar kondisi tinggal (visa) akan dinyatakan bersalah. Juga, semua turis tidak boleh melakukan pekerjaan di Hong Kong, baik digaji atau tidak, tanpa mendapat ijin terlebih dahulu dari Direktur Imigrasi. Pelanggar akan ditindak dan bisa mendapat hukuman sanksi maksimal HK$ 50 ribu dan penjara maksimal 2 tahun. Baik yang memberi pekerjaan maupun yang diberi pekerjaan akan mendapatkan hukuman dan penalti,” kata Juru Bicara Imigrasi dalam pernyataan pers mereka.

Sementara untuk imigran illegal atau orang yang sudah mendapat keputusan akan dideportasi, dilarang untuk bekerja, baik dibayar atau tidak, atau melakukan bisnis apapun. Pelanggar akan dikenai sanksi maksimum HK$ 50 ribu dan penjara maksimal 3 tahun.

Sementara orang yang diketahui menggunakan HKID palsu atau HKID milik orang lain akan dikenai sanksi maksimal HK$ 100 ribu dan penjara maksimal 10 tahun.

Untuk majikan yang ketahuan memberikan pekerjaan kepada pekerja illegal, akan dikenai hukuman penjara maksimal 3 tahun dan denda maksimal HK$ 350 ribu.

Jelang Imlek, Imigrasi Hongkong Perketat Operasinya, Bulan Ini Sudah Ada 17 Pekerja di Tangkap Karena Dokumen Bermasalah

Powered by Blogger.
close