loading...

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid menyatakan bahwa para pengguna jasa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, wajib membayar gaji tanpa uang tunai (cashless), Senin (21/1/2019).

Menurut yang dilansir situs resmi BNP2TKI, pernyataan Nusron tersebut disampaikan saat menerima kunjungan dari Sekretaris Perburuhan dan Kesejahteraan Hong Kong Dr Law Chi Kong di kantornya.

“Kalau pemerintah Hong Kong tidak memastikan user (pengguna jasa) membayar gaji secara cashless, maka kami tidak akan menandatangani perjanjian kerjasama penempatan,” kata Nusron, Senin (21/1/2019).

Selain menyampaikan tentang pembayaran gaji tanpa uang tunai yang diharapkan akan lebih aman dan mengurangi risiko biaya pemotongan yang tidak diperlukan yang dapat dikenakan dan dibebankan kepada PMI. Nusron juga menyinggung isu tentang beban biaya berlebihan yang ditanggung PMI, yakni dengan adanya sistem utang yang diterapkan agensi Hong Kong dengan besar bunga rata-rata mencapai 60% serta masalah beban selisih kurs potongan gaji yang harus dibayar PMI.

Menanggapi apa yang disampaikan Nusron, Law mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya mengkonsolidasikan hal tersebut kepada para pemangku kepentingan di Hong Kong.

“Pemerintah kami paham bahwa pembayaran gaji tanpa uang tunai ini memudahkan dan membantu mengatasi permasalahan yang dialami PMI di Hong Kong. Namun harap bersabar karena dibutuhkan waktu untuk melakukan konsolidasi dengan para pemangku kepentingan,” ujar Law, Senin (21/1/2019).
[ads-post]
Lebih lanjut Law menjelaskan bahwa lembaga di Hong Kong yang mengurus penempatan tenaga kerja asing di negara tersebut tidak terlibat soal penetapan besarnya jumlah biaya pemotongan gaji.

“Beritahu kepada kami jika ada yang terlibat. Jika ada agen di Hong Kong yang membebankan biaya berlebihan yang memberatkan PMI agar diinfokan kepada kami datanya. Kami bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Polisi dan Imigrasi akan menindak lanjuti laporan dengan mencabut izin agen yang bersangkutan,” tegas Law, Senin (21/1/2019).

Menurut data per Desember 2018, tercatat sebanyak 165.907 PMI yang bekerja di Hong Kong sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT). Jumlah tersebut menurut Law merupakan terbesar kedua setelah PRT asal Filipina, oleh karena itu keberadaan PMI dianggap memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Hong Kong, mengingat jumlah populasi orang tua yang semakin meningkat dan membutuhkan banyak pekerja dari Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Law juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Hong Kong telah menyediakan program pelatihan secara gratis bagi PRT Migran yang bertugas merawat lansia dengan instruktur profesional. Sehingga dari program tersebut diharapkan bisa menurunkan biaya pelatihan yang harus ditanggung PRT Migran karena sudah dibiayai oleh pemerintahnya.

Program yang dimaksud Law merupakan pelatihan peningkatan keterampilan yang dilaksanakan pada hari libur bagi perawat lansia yang dilaksanakan selama beberapa bulan setelah PMI ditempatkan di Hong Kong. Pelatihan tersebut berpedoman pada materi yang tercakup dalam 11 modul pilihan dan 8 modul utama.

“Setelah mengikuti program pelatihan ini, nantinya PMI bisa pindah kerja dari majikan perorangan ke panti jompo, dimana gajinya bisa naik tiga kali lipat. Ini merupakan bentuk upaya pemerintah Hongkong untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas pekerja perawat lansia,” kata Law, Senin (21/1/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNP2TKI, mengapresiasi program pelatihan yang diadakan pemerintah Hong Kong sekaligus menegaskan bahwa saat ini yang utama diperlukan adalah modul guna penyusunan kurikulum sehingga bisa terlihat apa kualifikasi yang dibutuhkan oleh para pengguna jasa PMI di Hong Kong.

“Kami tidak ingin sia-siakan kesempatan ini, kerjasama yang bisa dilakukan adalah dengan adanya modul tersebut, sehingga bisa dibuat kurikulum dan diadakan Training for Trainers bagi para PMI sebelum ditempatkan, agar cocok dengan kebutuhan pengguna jasa di Hong Kong,” ungkap Nusron, Senin (21/1/2019).

Nusron Wahid: Semua Gaji PMI Hong Kong Wajib Tanpa Uang Tunai

Powered by Blogger.
close