loading...

SUARABMI.COM - Biaya jasa pengiriman di Indonesia akan dinaikan. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) di Jakarta, Senin (16/1/2019).

Dilansir oleh Kompas, Senin (16/1/2019), Ketua umum Asperindo M Feriadi mengatakan kenaikan tarif ini disebabkan oleh naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) pada beberapa maskapai penerbangan.

“Dengan adanya kenaikan yang cukup tinggi ini perusahaan anggota akan melakukan penyesuaian sesuai strategi masing-masing, tapi kenaikan ini bisa jadi acuan, Garuda bahkan sampai 90 persen kenaikannya. Penyesuaian tarif tergantung masing-masing perusahaan anggota,” ujarnya.
[ads-post]
Rentang kenaikan ongkos pengiriman adalah 20-50 persen. Feriadi yang juga Presiden Direktur perusahaan pengiriman JNE, perusahaannya sudah mulai menaikan tarif terhitung 15 Januari 2019.

“ini yang sangat terasa sebetulanya adalah beban biaya kita yang pengiriman udara. Tarif secara keseluruhan naik,” katanya kepada detikfinance, Senin (14/1/2019).

Kenaikan tarif sendiri berlaku kepada seluruh rute domestik. Namun kenaikannya kata dia berbeda-beda tiap wilayah.

“Tergantung daripada tujuan, karena perhitungan kita kan berdasarkan tujuan berdasarkan kilo basis. Tapi kalau yang Jabodetabek nggak terlalu, yang berasa itu kan udara yang domestik,” katanya.

Ongkos Jasa Pengiriman Di Indonesia Akan Dinaikan

Powered by Blogger.
close