loading...

SUARABMI.COM - Seorang wanita Indonesia bermarga Li yang menikah dan memperoleh kewarganegaraan Taiwan diciduk oleh tim khusus Agen Imigrasi karena melakukan praktek agensi ilegal dan menawarkan jasa BMI kaburan. Bersama dengan mitra usahanya di Indonesia, mereka mendirikan agensi buruh di Taiwan yang disamarkan sebagai toko kelontong untuk melakukan transaksi pengiriman uang ilegal.

Wakil Kepala Tim Khusus Agen Imigrasi Yunlin Kementerian Dalam Negeri // Huang Wen-cong menjelaskan, "dalam waktu setengah tahun, kami prediksi ia telah meraup sebanyak NT$ 9 - 10 juta. Berdasarkan pengakuannya, kami prediksi dalam kurun waktu 6 - 7 tahun, ia mungkin telah meraup puluhan hingga ratusan juta Dollar Taiwan serta mempengaruhi pengelolaan keuangan Taiwan."

Tersangka mempekerjakan BMI kaburan dan transaksi ilegal 
[ads-post]
Setelah menerima laporan satu tahun lalu, Tim khusus kepolisian Kabupaten Yunlin mendapati bahwa wanita bermarga Li tersebut membantu BMI kaburan untuk mentransfer uang ke Indonesia. Tersangka menggunakan data ratusan calon BMI sebagai informasi pengirim uang dan meraup laba dari biaya pengiriman dan perbedaan kurs. Ia telah membayar uang jaminan sebesar NT$ 100.000.

Wakil Kepala Tim Khusus Agen Imigrasi Yunlin Kementerian Dalam Negeri // Huang Wen-cong menyampaikan, "kami juga mengimbau agar warga asing di Taiwan yang telah melewati batas waktu izin tinggal dapat mematuhi hukum Taiwan dan menyerahkan diri secepatnya."

Kebijakan untuk dorong buruh kaburan menyerahkan diri

Tim khusus kepolisian menjelaskan bahwa per 1 Januari, Agen Imigrasi telah memperluas kebijakan stimulan bagi warga asing yang melewati batas izin tinggal untuk menyerahkan diri dalam batas waktu setengah tahun untuk mendorong mereka menyerahkan diri dan mendapatkan keringanan hukuman. Setelah kebijakan ini berakhir, warga asing yang tertangkap akan dijatuhi sanksi berat dan perpanjangan batas waktu larangan masuk Taiwan.

Raup puluhan juta Dollar Taiwan, wanita Indonesia diciduk Polisi

Powered by Blogger.
close