loading...

SUARABMI.COM - Konsul-Jenderal RI untuk Hong Kong dan Makau Tri Tharyat dijadwalkan akan meninggalkan kedua kota tersebut untuk mengepalai Kedutaan Besar RI di Kuwait sekitar dua bulan dari sekarang, KT News melaporkan.

“Dia masih akan kembali [ke Hong Kong],” seorang petugas konsuler memberitahukan kepada KT News minggu lalu, menambahkan bahwa Tharyat baru akan meninggalkan Hong Kong untuk pergi ke Kuwait sekitar dua bulan lagi.

Tharyat juga memberitahukan secara pribadi kepada KT News melalui pesan tertulis lewat telepon dari Jakarta bahwa dirinya masih akan kembali ke Hong Kong terlebih dahulu sebelum dia pergi untuk tugas barunya. Dia berjanji akan mengunjungi Makau dan bergabung dalam acara KT News, satu-satunya program berita dan musik Bahasa Indonesia di Makau, untuk mengucapkan salam perpisahan dengan para WNI di kota tersebut.

Tharyat, yang telah memimpin KJRI di Hong Kong semenjak Agustus 2016, ada di Jakarta minggu lalu untuk menghadiri pelantikan dirinya sebagai duta besar RI yang baru untuk Kuwait.
[ads-post]
Dia dipuji oleh KT News sebagai seorang figur bapak yang “karismatik”, yang begitu dekat dengan para WNI di Hong Kong dan Makau, dan telah membangun suasana dan gambaran KJRI Hong Kong yang begitu ramah.

Masih belum ada laporan mengenai siapa yang akan menggantikannya di Hong Kong.

Tharyat merupakan satu diantara 16 dubes baru yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada hari Senin, minggu yang lalu, di Istana Merdeka, Jakarta.

Sebelum ditempatkan di Hong Kong, Tharyat pernah ditugaskan di beberapa kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk di KBRI Nairobi dan Paris. Dia memiliki gelar sarjana hukum dari Unpad di Bandung, serta gelar magister hukum dari Universitas Pennsylvania di Amerika.

Menurut data-data dari pemerintah Makau, pada bulan November 2018, ada lebih dari 5.300 WNI yang bekerja di Makau dengan surat ijin kerja yang dikenal dengan sebutan “blue cards” (“kartu biru” dalam Bahasa Indonesia). Jumlah ini tidak termasuk beberapa ratus WNI yang memegang kartu penduduk tetap Makau, dimana beberapa diantaranya merupakan bagian dari populasi Indonesia-Tionghoa di Makau yang cukup besar jumlahnya.

Sementara itu, ada lebih dari 150.000 WNI di Hong Kong, kebanyakan bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Menurut pemerintah Kuwait, ada sekitar 8.800 orang Indonesia disana. | atim

Selamat Jalan Konjen, Semoga Bahagia Disana, Kami Akan Merindukan Engkau

Powered by Blogger.
close