loading...

SUARABMI.COM - Februari 2015 menjadi bulan bersejarah bagi Rina, mantan BMI Hong Kong asal Gondangrejo Karanganyar Jawa Tengah. Pasalnya, bulan Februari 2015 saat liburan Imlek, merupakan momen pertemuan antara Rina dengan Sigit Eko Purnomo, seorang BMI Korea yang berlibur ke Hong Kong kala itu.

Menurut pengakuan Rina, sebelum liburan Imlek tiba, diantara mereka telah saling mengenal melalui sosial media. Komunikasi intens berlangsung sejak hampir setahun sebelumnya. Dan saat menjelang Imlek tiba, Sigit menyatakan keinginannya untuk ke Hong Kong sembari menempuh perjalanan pulang kampung ke Indonesia karena kontrak krja di Korea telah purna.

Tiga hari Sigit berada di Hong Kong bersama Rina menginap di sebuah Guess House Kawasan Tsim Tsa Shui. Bak pengantin baru, tiga hari mereka bersama, lahirlah benih-benih cinta, yang menggiring keduanya menyatukan jiwa dan raga. Hubungan suami istripun terjadi tak terhitung lagi selama tiga hari.

Sesampai di kampung halaman, sesuai dengan janjinya, Sigit datang ke keluarga Rina untuk bersilaturrahim sembari menyampaikan kabar tentang hubungan keduanya.

“Didepan kedua orang tua saya, Sigit bilang kalau diantara kami ada hubungan, dan nanti setahun lagi setelah kontrak kerja saya habis, Sigit bermaksud akan melamar saya untuk menjadi istrinya” tutur Rina.
[ads-post]
Namun sayang, Sigit yang diketahui Rina berasal dari Gunung Kigul tersebut ternyata menyembunyikan borok dibelakangnya. Tanpa sengaja, borok tersebut terungkap saat Rina menghubungi Sigit, kemudian yang menerima seorang perempuan yang mengaku istrinya.

“Maksud saya saat itu ingin menyampaikan kabar gembira ke Sigit, kalau saya berhenti menstruasi dan hamil dari hasil hubungan kami. Tapi ternyata yang mengangkat seorang perempuan yang mengaku istrinya” kenang Rina.

Tentu peristiwa tersebut membuat Rina sangat terkejut. Lebih-lebih, saat perempuan tersebut mengirimkan foto buku nikah dan foto kedua anak Sigit.

“Karena terdesak, akhirnya saya mengaku kalau saya adalah seorang perempuan yang dipacari Sigit, dijanjikan mau dinikahi, sudah dihamili, bahkan kedua orang tua saya sudah didatangi. Istrinya Sigit kaget luar biasa dengan pengakuan saya” sambungnya.

Usai buka-bukaan terhadap istri Sigit sembari menunjukkan bukti-bukti kebersamaan mereka di Hong Kong, Rina pun mendatangi kediaman Sigit dan istrinya dalam kondisi hamil begitu datang dari Hong Kong.

“Mbak Yana yang meminta saya datang. Bahkan saya dijemput di Prambanan. Kami bertemu dan mas Sigit mengakui semua perbuatannya didepan saya dan didepan istrinya” lanjut Rina.

Prahara rumah tanggapun meledak di antara Sigit dengan istrinya. Peristiwa tersebut membuat Sigit menghilang dan memberi kabar kalau dirinya sedang bekerja di Taiwan baik kepada Rina maupun kepada Yana istrinya.

“Mbak Yana mendatangi saya ke Karanganyar, mengantar uang sambil menjenguk saya yang sedang hamil tua. Mbak Yana paham kalau saya korban penipuan Sigit. Karena itulah, mbak Yana justru menganggap saya menjadi adiknya, bukan membenci saya sebagai madunya” tuturnya.

Saat persalinan berlangsung, Yana mendampingi Rina bahkan sampai beberapa hari setelah bayinya di bawa pulang. Namun Sigit, bapak biologis dari bayi tersebut justru menghilang.

“Mulai saat melahirkan, sampai sekarang, baik terhadap mbak Yana maupun terhadap saya, mas Sigit menghilang tidak pernah menghubungi lagi. Kami (Rina dan Yana) pernah bersama-sama mendatangi orang tua Mas Sigit, bercerita apa adanya, terutama menceritakan status dari bayi perempuan yang saya gendong, bahwa ini juga cucunya, sama seperti halnya anak mas Sigit yang lahir dari pernikahannya dengan Mbak Yana.” Imbuhnya.

Meski sempat kecewa dan terkejut, namun kedua orang tua Sigit akhirnya mau mengakui status bayi perempuan tersebut. Bahkan memberinya uang setiap bulan untuk membantu biaya kebutuhannya.

Berbeda dengan Sigit, sampai saat ini Sigit hilang entah kemana. baik Rina maupun Yanaberharap, dengan disiarkannya pencarian ini, Sigit mengetahui dan mau bertanggung jawab kepada ketiga anaknya.

Melalui sambungan telpon, Yana yang sejak 14 bulan ini telah bekerja di Hong Kong menyatakan harapannya agar Sigit suaminya bertanggung jawab.

“Gaji saya bekerja di Hong Kong bukan hanya untuk dua anak saya yang lahir dari rahim saya sendiri, tapi juga untuk Sinar, anak perempuan yang lahir dari Rina, yang meskipun statusnya digantung, tapi Sinar juga sama dengan kedua kakaknya, sama-sama anak mas Sigit.” Tegas Yana.

Beruntung bagi Rina, Yana merupakan sosok perempuan yang meskipun telah disakiti suaminya, namun dia tetap berpikir jernih dan bersikap dewasa hingga dengan ikhlas menganggap Sinar, balita 3 tahun yang dilahirkan Rina juga merupkan anak suaminya.

“Mas Sigit, jadilah pria yang bertanggung jawab, jadilah pria yang jantan. Ingat, anakmu tiga, dan perempuan semua. Mas Sigit harus menikahi segera menikahi Rina, dan bertanggung jawab kepada kami berdua. Rina tidak bersalah, sebab mas Sigit yang bersalah berbohong menutupi statusnya yang telah punya istri dan dua anak. ” pesan Yana

Sigit, BMI Taiwan yang Keberadaannya di Cari Dua Perempuan TKW Hong Kong

Diberdayakan oleh Blogger.
close