loading...

SUARABMI.COMKehamilan dan kelahiran adalah dua hal yang tidak bisa diminta namun juga tak bisa ditolak, karena janin yang ada didalam perut adalah anugrah tuhan bagaimanapun cara ia berada.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 26, Undang-undang Keimigrasian di Taiwan, jika pekerja migran selama masa kontrak kerja kemudian hamil dan melahirkan, dalam waktu 30 hari sejak kelahiran bayi harus melakukan pengajuan izin tinggal sementara atau Alien Resident Certificate (ARC) bagi anaknya. 

Sebagaimana dikutip dari situs resmi imigrasi Taiwan, pengajuan ARC bagi anak yang baru lahir juga dilakukan di kantor Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri wilayah kotamadya, kabupaten setempat.
[ads-post]
Sementara untuk masa berlakunya ARC anak disesuaikan dengan masa kontrak kerja atau sama dengan masa berlaku ARC orang tuanya. 

Ketentuan di atas berlaku bagi pekerja migran yang hamil dan melahirkan dengan status resmi dan juga sebagai pasangan suami istri sah.

Adapun bagi pekerja migran hamil diluar nikah, hamil dengan pekerja migran dari negara lain, hamil dengan status ilegal, atau hamil dengan warga Taiwan, pengajuan izin tinggal bagi anaknya sangat rumit, bahkan kemungkinan tidak bisa mengajukan izin tinggal secara sah.

Dengan demikian anak-anak yang lahir dari mereka tidak dapat memperoleh status hukum untuk memiliki kewarganegaraan yang sah sehingga bisa berpengaruh bagi kelangsungan hidupnya dikemudian hari.

Oleh karena itu, meskipun undang-undang perburuhan di Taiwan mengijinkan pekerja migran hamil dan melahirkan selama masa kontrak kerja, namun harus ingat dan berhati-hati selama bekerja, pertimbangkan masalah-masalah yang disebutkan di atas.

TKW Taiwan Hamil dan melahirkan, Ini yang Harus Dilakukan

Powered by Blogger.
close