loading...

SUARABMI.COM - Sebelas Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di kapal ikan Dongkang, Kota Pingtung, Taiwan belum diketahui nasibnya setelah terjadinya tragedi pembunuhan oleh salah seorang ABK dari Filipina Rabu (20/2/2019) sekitar jam 3 dini hari.

Sebagaimana dilansir media Taiwan Apple Daily (20/2), pembunuhan yang terjadi di atas kapal ikan Weng Peng (穩鵬號) tersebut saat posisi kapal berada di perairan Samudera Hindia dekat kepulauan Mauritius.

Seorang ABK Filipina tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba kehilangan kendali melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau terhadap salah satu temannya sampai meninggal dunia dan satu lagi menderita luka ringan.

Setelah membunuh temannya, ABK Filipina yang masih kalap, dengan mengacung-acungkan pisau mengancam dan memerintahkan ABK lainnya untuk melompat ke laut yang saat itu airnya masih terasa dingin. Sementara 3 orang warga Taiwan bersembunyi di ruangan kapten kapal.
[ads-post]
Kapal Weng Peng berangkat melalui pelabuhan Kaohsiung pada tanggal 23 Januari 2019 lalu yang didalamnya terdapat 24 orang. 3 orang warga Taiwan, salah satu diantaranya adalah kapten kapal. Jumlah anak buah kapal ada 21 orang, 11 orang dari Indonesia dan 10 orang lainnya dari Filipina.

Sementara itu pemilik kapal Wen Peng, Chen Sheng-fu (陳勝富) mengatakan bahwa sekitar jam 3 sore ini (20/2), salah satu kapal lainnya yang bernama Hong Fu 88 (鴻福88號) melaporkan bahwa telah melakukan kontak dan telah mendekati kapal tersebut.

Mereka berhasil menyelamatkan 4 orang ABK Filipina yang melompat ke laut, sementara ABK lain termasuk ABK dari Indonesia belum diketahui keberadaannya. Adapun kapten kapal dan 2 orang lainnya yang bersembunyi di kabin mereka dalam keadaan selamat.

liputanbmi

11 ABK Indonesia Masih Hilang Setelah Njebur Kelaut Karena Ketakutan Akibat Tragedi Berdarah di Kapal Ikan Taiwan Kemarin

Powered by Blogger.
close