loading...

SUARABMI.COM - Lima orang pekerja rumah tangga asal Indonesia dideportasi karena diduga menjadi pendukung kegiatan kelompok bersenjata garis keras. Pendeportasian kelimanya berawal dari laporan salah satu majikan kepada pihak berwenang yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran.

Dinukil dari Harian Straits Times edisi Selasa 5 Februari 2019, laporan majikan dari salah satu PMI tersebut bermula dari temuan majikan yang secara tidak sengaja mendapati aktifitas PRTnya dengan ponsel pintarnya.

Dilayar ponsel pintar milik PRTnya, majikan tersebut sering melihat gambar-gambar pria bercadar dengan dandanan ala militer yang mengangkat senjata.

Bukan hanya foto, majikan juga menemukan beberapa video adegan kekerasan yang sering ditonton oleh PRTnya melalui ponsel pintarnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Departemen Keamanan Singapura dan berlanjut dengan penahanan salah satu dari lima PMI yang belakangan berakhir dengan deportasi.
[ads-post]
Dalam hasil pengembangan, seorang PMI tersebut di Singapura ternyata memiliki empat orang teman sesama PMI lainnya yang memiliki kegemaran yang sama, menonton gambar dan video pembebasan Palestina, Myanmar, Surian serta berkomunikasi melalui platform sosial media dengan beberapa yang ditengarai sebagai anggota kelompok militan.

Tak hanya itu, kelima PMI tersebut juga disebut mengikuti group tausiyah atau kelompok yang memperdalam pengetahuan agama.

Melihat temuan tersebut, otoritas Singapura menyimpulkan, kelima PMI tersebut merupakan ancaman bagi keamanan internal Singapura.

Karena itulah kelimanya dideportasi secara bersamaan pada Selasa 5 Februari 2019 kemarin.

sumber apakabar

5 Orang TKW Singapura Dideportasi Karena Terjangkit Radikalisasi - Ketahuan Saat Majikan Periksa Ponselnya

Powered by Blogger.
close