loading...

SUARABMI.COM - Upah minimum Taiwan akan terus meningkat meskipun kondisi ekonomi domestik dan global tidak menguntungkan, kata menteri tenga kerja Taiwan Selasa kemarin.

Komite evaluasi diadakan setiap Agustus di Taiwan untuk memutuskan apakah akan menaikkan upah minimum atau tidak, dengan penyesuaian mulai berlaku ditahun berikutnya. Dunia korporat telah menyuarakan keprihatinan atas pertumbuhan yang lambat tahun ini dan mengharapkan atas kenaikan upah minimum, lapor UDN.

Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-chun (許 銘 春) mengatakan bahwa kenaikan gaji itu mungkin saja bisa terjadi kapan saja, namun ia harus melihat beberapa faktor sehingga antara pengusaha dan pekerja dapat meyesuaikan diri.
[ads-post]
Sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016, pemerintah telah melakukan kenaikan upah minimum selama tiga tahun berturut-turut; naik rata-rata 5 persen setiap tahun. Dan akan adanya pemilihan presiden lagi di 2020, kelihatannya presiden Tsai akan memanfaatkan hal ini untuk menaikkan gaji lagi.

Pada 1 Januari, upah minimum bulanan ditingkatkan dari NT $ 22.000 menjadi NT $ 23.100, sedangkan upah minimum per jam dinaikkan dari NT $ 140 menjadi NT $ 150. Presiden Tsai telah menjelaskan bahwa dia berharap gaji bulanan terendah untuk pekerja di Taiwan suatu hari akan mencapai NT $ 30.000.

Faktor-faktor yang diperhitungkan dalam diskusi tahun lalu termasuk indeks harga untuk barang-barang rumah tangga dasar, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan indeks produktivitas tenaga kerja.

Taiwan news

Presiden Taiwan Berharap Bisa Menaikkan Gaji UMR Terendah Menjadi NT$ 30.000 Per Bulan

Powered by Blogger.
close