loading...

SUARABMI.COM - Dalam waktu 50 hari semenjak diberlakukannya program kemudahan pulang oleh pemerintah Taiwan, pendatang overstayer atau penyalahgunaan visa yang menyerahkan diri telah mencapai 4.000 orang.

Dari jumlah keseluruhan yang menyerahkan diri, 1.778 orang masuk ke Taiwan menggunakan visa kerja dan sisanya penyalagunaan visa.

Sebagaimana dilansir United Daily News (24/2), menurut data statistik Departemen Tenaga Kerja Taiwan, sampai akhir tahun 2018 lalu jumlah pendatang asing yang kabur atau menyalahgunakan visa sebanyak 51.482 orang.

Sebelumnya pemerintah tidak memberikan sanksi denda atau hukuman yang berat, mendorong mereka untuk mengambil inisiatif menyerahkan diri dan mengurangi masa blacklist pekerja sehingga jumlah angka kaburan setiap tahun semakin meningkat.
[ads-post]
Pada awal tahun 2019 imigrasi Taiwan telah mengumumkan adanya program kemudahan pulang bagi semua pendatang asing yang overstayer. Program tersebut berlaku hingga 30 Juni 2019.

Bagi yang menyerahkan diri langsung ke imigrasi hanya dikenakan denda NTD 2000, dan selama menunggu proses kepulangan diperbolehkan menunggu diluar serta akan dikurangi masa blacklistnya.


Sementara yang tertangkap akan dikenakan denda NTD 10.000 dan tetap ditahan di Detensi imigrasi. Masa blacklist juga akan dikurangi sesuai waktu mereka menjadi ilegal.

Setelah program kemudahan pulang ditutup maka pendatang asing yang overstayer baik yang menyerahkan diri maupun tertangkap akan dikenakan denda yang berlipat bahkan bisa tidak diizinkan masuk ke Taiwan selamanya.

Selama 50 Hari Ini, Ada 4000 Pekerja Kaburan Taiwan yang Menyerah dan Ingin Pulang, Kamu Masih Sanggup Bertahan di Taiwan?

Powered by Blogger.
close