loading...

SUARABMI.COM - Darmanto, Tenaga kerja Indonesia asal Magetan yang menjadi korban pengeroyokan massal di Taipei City pada malam tahun baru 2019 lalu menerima santunan sebesar NTD 60.000 lebih dari Asosiasi Bisnis Layanan Ketenagakerjaan kota Taoyuan pada Selasa (19/2/2019).

Penyerahan santunan diwakili oleh ketua asosiasi, Huang Renjie (黃杲傑) yang secara langsung menyerahkan uang donasi tersebut kepada Darmanto. 

Saat memegang uang itu, Darmanto yang kelihatan masih dalam keadaan trauma, dengan sikap dingin ia mengatakan kalau belum pernah melihat uang sebanyak itu.

"Saya belum pernah melihat uang begitu banyak di Taiwan, " ucap Darmanto, seperti dikutip oleh akun facebook asosiasi bisnis layanan ketenagakerjaan kota Taoyuan (19/2).

Ketua asosiasi melakukan penggalangan dana dengan mengupload video kronologi pengeroyokan yang menimpa Darmanto, keadaannya saat koma sampai ia sadar kembali dalam keadaan yang linglung dengan tatapan mata yang kosong. Video yang berdurasi 3 menit tersebut dalam waktu 45 menit telah membuat banyak viewer yang merasa iba, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar NTD 69.100.
[ads-post]
Menurut ketua asosiasi Huang Ren-jie, donasi adalah semacam berbagi. Berbagi di mana hati memiliki cinta dan keharmonisan. Diharapkan bahwa dengan cinta yang besar dari agen Taiwan, kesehatan Darmanto akan dikembalikan sesegera mungkin, dan nantinya bisa kembali bekerja di Taiwan.

Adapun keadaan mental Darmanto memang belum pulih secara normal, bahkan sikap dan perilakunya masih seperti seorang anak yang berusia sekitar 10 tahun. Akan tetapi sudah diputuskan kepulangannya pada Rabu (20/2/2019) dengan harapan supaya bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga terutama ibunya yang selalu ia sebut-sebut selama sakit sehingga tekanan mentalnya akan berkurang.

Darmanto yang baru bekerja di Taiwan sekitar 6 bulan bernasib naas. Pada malam tahun baru 2019 ia bersama teman-teman lainnya sepulang dari melihat pesta kembang api di Taipei City tiba-tiba dihadang oleh segerombolan pekerja migran Indonesia yang tidak dikenal, mereka menanyakan dari mana asal Darmanto. Belum selesai imenjawabnya tiba-tiba mereka mengeroyok Darmanto hingga tidak sadarkan diri.

Atas bantuan teman lainnya, akhirnya ia dilarikan ke RS. Universitas National Taiwan atau RS. Daita, selama 16 hari Darmanto dalam keadaan koma. Dokter mendiagnosis bahwa ia mengalami pendarahan otak yang parah. Walaupun sudah sadar setelah 16 hari koma ia tidak bisa bergerak dengan bebas, tidak bisa mengurus dirinya sendiri bahkan makan saja harus disuapi. Mentalnya belum normal, merasa ketakutan,ia juga sering menggerakan tangan seolah-olah melakukan serangan balasan.

Hampir satu bulan dirawat di RS Daita, kondisi tubuh dan kesehatannya berangsur-angsur membaik, ia kemudian dipindahkan ke salah satu rumah sakit di kota Taoyuan.

liputanbmi

TKI Taiwan Korban Pengeroyokan Dapat Santunan NTD 60.000

Powered by Blogger.
close