loading...

“Kalau yang menjadi korban warga Hong kong, saya yakin yang saya alami ini akan berakibat hukum pada praktik klinik atau penjual obat pelembab muka. Berhubung saya hanya babu saja, siapa yang peduli, malah majikan saya nyuruh saya pulang supaya sembuh dengan alasan iklim di Hong kong tidak cocok” keluh Nanik Wartiningsih di tempat tinggalnya Klumutan Saradan Madiun.

Nanik awalnya bekerja di kawasan Sha Tin. Sejak usai badai mangkhut melanda Hong kong, kulit wajah Nanik sering kering dan terasa gatal.

Atas inisiatif dirinya sendiri, Nanik mendatangi pusat perawatan wajah di deretan praktik kecantikan tradisional ala China tak jauh dari apartemen majikannya.

“Saya mbayar 600 dolar, ditritmen dan dikasih obat oles dan pil. Saya minum obatnya dan saya oleh krimnya. Seminggu kemudian, wajah saya malah seperti terkena luka bakar. Akhirnya oleh majikan saya dibawa ke Dokter. Dan pulang dari dokter, setelah luka saya mengering, saya disuruh pulang dengan alasan kesehatan.” kenang Nanik.
[ads-post]
Obat yang diminum maupun krim yang dioles seperti apa wujudnya dan apa kandungannya, Nanik tidak bisa lagi menunjukkan lantaran barang-barang tersebut telah diminta majikan.

“Mungkin sudah dibuang” akunya.

Berobat di praktik dokter spesialis kulit di Kota Madiun, Nanik mendapat penjelasan, awalnya menderita alergi udara, selanjutnya, obat yang dia gunakan berikut krim yang dia oleskan diduga mengandung bahan berbahaya.

“Kata dokter, bukan pelembab yang diberikan praktik tradisional kecantikian China itu, tapi krim yang mengandung bahan berbahaya” lanjutnya.

Menyadari dirinya telah menjadi korban peredaran kosmetik sekaligus praktik klinik kecantikan yang berdampak buruk pada nasibnya, Nanik menghimbau kepada segenap PMI di Hong kong untuk berhati-hati menggunakan kosmetik maupun mendatangi klinik kecantikan.

“Perhatikan lisensinya dulu legal apa tidak, lalu sebaiknya jika keluhannya tidak normal seperti biasanya, seperti saya dulu, sebaiknya mkinta ke majikan untuk membawa ke dokter saja supaya aman” terang Nanik.

Kini, Nanik berencana akan kembali berproses ke Hong kong beberapa bulan kedepan setelah wajahnya kembali seperti sedia kala.

“Sekarang sudah lumayan mas, sebelumnya hitam menakutkan. Anak saya saja takut melihat saya” pungkas Nanik.

TKW Madiun Dipulangkan Majikan Dari Hongkong Gara-Gara Pelembab Muka

Powered by Blogger.
close