loading...

SUARABMI.COM - PPLN Kuala Lumpur meniadakan 255 TPS yang tersebar di 89 lokasi di berbagai kawasan sebagaimana telah diumumkan dalam Surat Edaran KBRI Kuala Lumpur tentang Pemilu Indonesia 2019 pada 8 April lalu. 

Pemberitahuan ditiadakannya 255 TPS tersebut disampaikan secara mendadak pada Sabtu tengah malam atau hanya beberapa jam dari hari H pencoblosan, Minggu 14 April 2019. 

Ralat pemberitahuan terkait TPS menyebutkan bahwa PPLN Kuala Lumpur hanya menyediakan tiga lokasi TPS yaitu di KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
[post_ads]
Akibatnya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia khususnya yang tidak berdokumen resmi dan tinggal di wilayah yang jauh dari Kuala Lumpur banyak yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. 

“Awalnya kami sudah seneng bisa ikut nyoblos karena ada 255 TPS yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk di wilayah sekitar saya tinggal. Tapi jika ditiadakan dan harus pergi ke KBRI ya terpaksa saya golput,” kata Rahmat, PMI asal Kediri, Jawa Timur yang tinggal dan bekerja di wilayah Port Klang, Selangor.
[ads-post]
Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, saat ini ia hanya punya dokumen paspor dan tidak mempunyai permit kerja. Semula, kata Rahmat, ia bersama puluhan temannya yang tak berdokumen akan mencoblos di TPS sekitar Port Klang. 

“Kami kecewa dengan PPLN Kuala Lumpur yang tiba-tiba meralat pemberitahuan tentang TPS yang diumumkan sebelumnya. Kalau perjalanan jauh ke Kuala Lumpur terus terang kami tidak berani. Takut tertangkap,” katanya. 

Senada dengan Rahmat, PMI asal Malang bernama Edy yang tinggal di Perak juga mengaku kecewa dengan keputusan PPLN Kuala Lumpur yang secara tiba-tiba meniadakan TPS di luar wilayah Kuala Lumpur. 

"Semula, saya dan teman-teman akan mencoblos di TPS Teluk Intan, Perak. Tapi jika ternyata pengumuman tentang TPS diralat, lebih baik kami golput. Pemilu kok seperti main-main,” kata Edy , Minggu (14/4) dini hari.
[post_ads_2]
Sebelumnya, pada 8 April 2019 lalu melalui Surat Edaran bernomor 00036/WN/04/2019/07, KBRI Kuala Lumpur mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di Malaysia untuk dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2019.

“Terdapat 255 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai kawasan (terlampir)," demikian tertulis dalam surat edaran itu.

Dalam Surat Edaran tersebut juga disebutkan, bagi WNI yang belum terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN), tetap dapat menggunakan hak pilihnya di TPS dan akan dilayani satu jam sebelum TPS ditutup, sejauh masih ada sisa surat suara. Syaratnya adalah menunjukkan salah satu dari paspor RI atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) RI atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

255 TPS di Kuala Lumpur Ditiadakan Secara Mendadak, Banyak BMI Memilih Golput

Powered by Blogger.
close