loading...

SUARABMI.COM - Menjelang hari pemilihan umum pada Minggu, 14/4/2019, Ketua Panwaslu Hong Kong dan Macau, Fajar Kurniawan mengingatkan semua WNI untuk tidak melakukan kecurangan saat memberikan suara nanti.

“Berdasarkan UU No 10 tahun 2017, bagi siapapun yang mencoblos 2 kali bisa kena penjara 9 tahun, dan yang mencoblos menggunakan identitas orang lain juga akan kena penjara 6 tahun,” kata Fajar sebagaimana dilansir Suara.
[ads-post]
Misalnya, ada seorang WNI yang telah mendaftar pemilu lewat pos namun tidak memperbarui alamat sehingga kertas suaranya ‘nyasar’ ke alamat lama, maka Fajar menyatakan ini bukan berarti WNI itu dapat datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebagai pemilih tambahan.

Jika memaksa datang ke TPS dan melakukan pencoblosan, maka ia bisa dipidanakan dengan undang - undang pemilu tersebut.

“Karena sudah diberikan cukup waktu untuk meng-update alamat mereka, dan jika hal itu tidak dilakukan bukan berarti mereka tetap bisa datang ke TPS sebagai pemilih tambahan, bisa kena itu (hukuman karena nyoblos dua kali),” kata Fajar.

BMI Ketahuan Nyoblos 2 Kali Lewat Pos dan TPS Bakal Terancam Hukuman 9 Tahun

Powered by Blogger.
close