loading...

Antrean mencoblos di KBRI Singapura pada Minggu (14/4/2019) membuat warga Indonesia harus antre hingga 4 jam. 

Panas terik diiringi hujan yang turun tidak menggoyahkan semangat mereka ketika ingin menyalurkan hak konstitusionalnya. 
[post_ads]
Namun bukan berarti semua dari 127.000 orang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat mencoblos. Ada juga yang terpaksa tidak mencoblos karena tidak mendapat izin dari majikan.

Beda lagi cerita dari Novi Khotul. Pekerja rumah tangga (PRT) ini mengaku terpaksa golput karena tidak dapat surat undangan. 

“Saya tidak dapat surat undangan, tanpa surat undangan itu saya tidak diizinkan majikan untuk mencoblos” tuturnya.  

Novi yang mencoblos di KBRI Singapura pada pemilu 2014 bingung mengapa tidak menerima surat undangan. 
[post_ads_2]
“Saya heran mengapa pembagian surat undangan tidak merata, saya sudah hubungi KBRI, namun tidak ada respon," katanya. 

Novi tahu jika dia dapat mencoblos meski tanpa surat undangan, tapi sekali lagi dia terhadang oleh majikannya.  

“Saya sudah bilang baik-baik kepada majikan tentang pemilu ini, tetapi ditanya terus di mana surat undangannya," ucapnya. 

"Tanpa itu, tidak ada izin untuk keluar rumah, termasuk dengan paspor. Ya intinya majikan enggak percaya,” tuturnya 

Kisah TKI di Singapura Gagal "Nyoblos" karena Tak Dapat Izin Majikan

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini