loading...

SUARABMI.COM - Pasangan sejoli, Abul Hasan Al-Asy Ari dan Lisa Novita Sari, berencana melangsungkan akad nilah pada tanggal 20 April mendatang. 

Keduanya telah menjalin hubungan sejak tahun 2014, bertepatan dengan pemilihan umum. Lima tahun kemudian, yakni 2019 yang juga bertepatan dengan pemilu, mereka sepakat untuk menikah. 

Uniknya, pasangan ini bersepakat untuk mencantumkan logo calon presiden nomor urut 01 dan 02. Mempelai lelaki ternyata pendukung setia pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 
[post_ads]
Sedangkan mempelai perempuan juga pendukung fanatik calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. 

"Pada pemilu sebelumnya baik Ary maupun saya memilih calon presiden yang sama," kata Lisa Novita Sari saat diwawancarai Kompas, Senin (15/4/2019).

Selama menjalin hubungan pacaran, kedua pasangan ini bukan tidak pernah berdiskusi sengit membela jagoannya masing-masing. 

Bahkan sempat putus dan kemudian menyambung lagi. Tetapi putus dan nyambung lagi bukan karena beda pilihan politik. "Ya, biasalah, ribut-ribut begitu," katanya lagi. Buat keduanya, perbedaan pilihan politik bukan sesuatu yang prinsip dalam hidup. 

Lisa menaruh rasa prihatin di media sosial, gara-gara beda pilihan politik, hubungan sosial, pertemanan dan keluarga bisa retak. "Sampai saya pernah baca berita ada yang kuburan berumur 21 tahun disuruh dibongkar gara-gara beda pilihan politik," kata Lisa. 
[post_ads_2]
"Dalam konsep undangan pernikahan kami, ada pesan moral yang ingin kami sampaikan. Bahwa beda pilihan bukan untuk memecah belah tetapi untuk saling menyatukan," ujar Lisa. 

Karenanya, calon pengantin ini memajang foto prawedding dengan menunjukkan simbol capres-cawapres pilihannya masing-masing. Sampai-sampai, pasangan ini dinobatkan sebagai duta pemilu damai dan juga tokoh milenial inspiratif. 

Mempelai pria, Abul Hasan Al-Asy Ari, mengatakan, menjelang pernikahannya, ia bukannya dipingit sebagaimana umumnya tradisi pengantin di Indonesia. 

Tetapi saat ini, justru Ari lebih banyak diajak bersosialisasi di Palembang untuk berbagi cerita tentang rencana pernikahan dengan pasangan yang berbeda pilihan politik. 

Abul tidak menyangka, niatan yang sederhana ini disambut baik oleh masyarakat, bahkan kisahnya menjadi viral. "Kami berbahagia, semoga upaya kecil yang kami lakukan ini bisa mendamaikan suhu politik yang saat ini terjadi di Indonesia," harapnya.

Rencananya, akad nikah pasangan ini akan digelar di kediaman mempelai perempuan di Jalan Negara, Tiuh Balak Pasar Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Kedua mempelai berharap doa dari seluruh masyarakat agar pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan.

Tetap Menikah meski Beda Pilihan Politik, Pasangan Ini Pajang Logo Capres 01 dan 02

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini