loading...

SUARABMI.COM - Majid (59 tahun), pembuat tungku dari bahan batu asal Kampung Pasekon, RT 02/RW 03, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, merindukan anak pertamanya, Lilis Suryani (37), yang sudah 12 tahun bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi.

Selain ditinggal Lilis, istri Majid sudah meninggal dunia empat tahun yang lalu. Ada keduanya, Nurul (23), tidak pula tinggal bersama Majid karena bekerja di sebuah konveksi di Sukabumi. Majid kini hidup laiknya sebatang kara dan tinggal di rumah panggung berukuran 5,5x10 meter miliknya, yang kondisinya sudah memprihatinkan. 

"Kami sangat merindukan Lilis yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi, sudah hampir 12 tahun belum pulang," kata Majid.
[ads-post]
Ia sangat berharap Lilis bisa pulang ke rumah, berkumpul lagi bersama Majid dan Nurul. "Setiap hari selalu kepikiran, kalau tidak ada kabar begini membuat (saya) was-was. Kalau pun belum bisa pulang, ya setidaknya memberi kabar, mungkin sedikit terobati rasa khawatir ini," pungkasnya sendu.

Tinggal seorang diri, Majid kerap dibayangi ketakutan akan rumahnya yang kapan saja bisa tiba-tiba ambruk. Dinding bilik rumah sudah lapuk, rangka atap bambu dan tiang-tiang kayu rumah sudah keropos. Kondisi itu menyebabkan beberapa genting rumahnya sudah mulai berjatuhan. 

"Rumah ini sudah hampir 28 tahun usianya dan sampai saat ini belum pernah direhab karena memang tidak ada biaya," kata Majid

Majid hanyalah seorang buruh pembuat tungku yang pendapatannya tergantung dari hasil penjualan tungku. Masalahnya, tungku buatan Majid biasanya tidak dijual secara langsung ke pembeli, melainkan dibeli dulu oleh pengepul dengan harga Rp 25 ribu. Jika ada yang hendak membeli langsung darinya, harga jualnya jadi Rp 30 ribu.

Rumahnya Nyaris Ambruk, Anaknya 12 Tahun Jadi TKW Tak Pulang, Hidup Pria Ini Memprihatinkan

Powered by Blogger.
close