loading...

SUARABMI.COM - Hingga tanggal 25 Juni 2019 Imigrasi Taiwan telah berhasil menginvestigasi sebanyak 24.258 migran asing yang overstayer sejak program amnesti diberlakukan mulai 1 Januari lalu.

Badan Imigrasi Nasional Taiwan (NIA) melalui website resminya menjelaskan, dari ke 24.258 orang yang diinvestigasi, 15.580 orang diantaranya menyerahkan diri sedangkan sisanya karena tertangkap.

Jumlah overstayer yang menyerahkan diri tersebut meningkat hampir 100% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu.

Sementara itu, Direktur Imigrasi Qiu Feng-guang (邱豐光) mengimbau kepada masyarakat, supaya mendorong teman-teman warga asing yang telah tinggal melebihi batas waktu di Taiwan agar segera menyerahkan diri ke Imigrasi setempat sebelum masa amnesti ditutup.
[ads-post]
Mereka yang datang menyerahkan diri tidak ditahan dan hanya dikenakan denda sebesar NTD 2.000 serta akan dikurangi masa blacklistnya.

Masih menurut Qiu Feng-guang, program amnesti ini berlaku hingga tanggal 30 Juni 2019 pukul 24:00 malam. Mulai tanggal 1 Juli pukul 00:00 program tersebut sudah ditutup dan bagi yang menyerahkan diri akan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang ada.

Selain itu, Departemen Imigrasi juga telah menyiapkan nomor telpon layanan khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan majikan atau agen ilegal yaitu 0800-024-881 (Bye Bye), atau bisa langsung melapor ke tim satuan khusus Imigrasi setempat dan pusat layanan lokal untuk meminta informasi secara lengkap.

liputanbmi

Sejak Januari Hingga Juni, 24.258 Pekerja Kaburan Taiwan Berhasil Diamankan Imigrasi, Baik Tertangkap Maupun Menyerahkan Diri

Powered by Blogger.
close