loading...

SUARABMI.COM - Terbukti mencampurkan air kencing di dalam minuman yang diminum anak majikannya, salah seorang TKW Indonesia di Hongkong diganjar 4 bulan penjara dimana vonis ditetapkan kemarin 24 juni 2019.

Khomsatun (40) BMI Hongkong ini mengaku tidak sengaja minuman itu diminum anak majikannya karena tujuan awal adalah untuk majikan agar nurut sama Khonsatun.

“Saya tidak tahu putranya akan mengambil termos dan meminumnya. Saya hanya bermaksud mempermainkan majikan saya,” kata Komsatun kepada polisi saat dilakukan penyelidikan. Dia mengatakan bahwa majikannya, Solange Feng Shoc-hoa, selalu memarahinya.

Principal Magistrate Peter Law Tak-chuen mengatakan pelanggaran itu dinilai serius karena pekerja itu telah menodai kepercayaan yang diberikan oleh majikan kepadanya.

Komsatun mengaku bersalah atas satu tuduhan telah mencampurkan air kencing kedalam minuman atau hal lain yang merusak atau berbahaya dengan maksud untuk melukai. Law mengatakan air itu tidak beracun tetapi bisa memberikan pukulan mental pada bocah itu.
[ads-post]
Insiden itu terjadi pada 11 April lalu, seminggu setelah Komsatun mulai bekerja di rumah majikannya bernama Feng di Ap Lei Chau, kata jaksa penuntut.

Hubungan antara majikan dan Komatsun tegang karena Feng mengklaim pekerjaan Komsatun itu buruk.

Dikutip South China Morning Post, pada sore hari kejadian itu, putra Feng minum dari air yang disiapkan oleh Komsatun. Setelah merasa ada yang aneh pada minumannya, bocah itu kemudian memberi tahu ibunya.

Kepada majikannya, Komsatun mengaku menambahkan air kencingnya ke minuman dan Feng memberi langsung melapor ke polisi.

"saya tahu saya salah. Tolong beri saya kesempatan,” kata Komsatun kepada polisi setelah penangkapannya.

Komsatun mengatakan dia menggunakan tutup wadah krim tangan untuk memindahkan air kencingnya ke botol minuman pagi itu. Dia pikir majikannya yang akan mengambil botol itu. namun, majikan menyuruh putranya untuk memasukkannya ke dalam tas sekolahnya.

Air kencing dapat dianggap zat berbahaya, kata jaksa penuntut. Seorang ahli patologi forensik pemerintah mengatakan bahwa air seni atau air kencing umumnya tidak steril. Jadi itu mampu menyebabkan infeksi karena bakteri dan jamur yang dikandungnya.

Dalam mitigasi, pengacara Komsatun mengatakan jika ia melakukan kejahatan itu karena kebodohan dan tidak mempertimbangkan  konsekuensi hukum. Dia mengaku bersalah sesegera mungkin dan berharap dapat dipersatukan kembali dengan anak-anaknya di rumah.

Menurut hukum di Hong Kong,pelaku yang melakukan Pelanggaran atas kasus seperti itu sebenarnya bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal tiga tahun.

TKW Hongkong yang Campurkan Air Kencing di Minuman Anak Majikannya Diganjar 4 Bulan Penjara, Padahal Tujuan Awal Untuk Majikannya Biar Nurut

Powered by Blogger.
close