loading...

SUARABMI.COM - Tim Perlindungan WNI KJRI Hong Kong melakukan operasi pemulangan dua WNI sakit masing-masing atas nama Deni Ismiati dan Miratun ke Indonesia, Kamis (4/7).

Didampingi Konsul Kepolisian dan seorang staf, kedua WNI sakit telah tiba Surabaya dan langsung diserah terimakan kepada keluarganya dengan fasilitasi dari BP3TKI dan LP3TKI Surabaya.

Deni Ismiati, PMI eks Taiwan menderita gangguan kesehatan pada saat transit di Hong Kong dalam perjalanan ke Indonesia akhir Mei yang lalu. Setelah mendapat perawatan di RS Kwai Chung hospital, dokter mengijinkannya melakukan perjalanan ke Indonesia.

Sementara Miratun merupakan PMI yang telah bekerja di Hong Kong selam kurang lebih 6 tahun, namun terkena stroke pada bulan April 2019. Miratun lalu mendapatkan perawatan intensif sampai dokter menyatakan kondisinya telah stabil dan dapat kembali ke Indonesia.
[ads-post]
Selama perawatan kedua pasien, KJRI Hong Kong telah melakukan berbagai upaya pendampingan antara lain kunjungan secara rutin sekaligus koordinasi dengan dokter dan RS, komunikasi dengan agen dan majikan serta koordinasi dengan instansi terkait Hong Kong.

Hak-hak pribadi dan hak ketenagakerjaan para pasien juga tidak luput dari perhatian KJRI dalam penanganan kedua PMI. Gaji, long service dan pengembalian barang-barang pribadi merupakan hak yang harus didapatkan para PMI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk perlindungan dan mempertimbangkan kondisi kesehatan keduanya, perjalanan dari Hong Kong ke Surabaya didampingi oleh staf KJRI. Atas koordinasi dengan instansi daerah, keluarga keduanya dapat langsung menjemput di Bandara Juanda Surabaya.

Tidak sedikit PMI yang sakit cukup berat pada saat bekerja di Hong Kong. Dalam catatan KJRI sendiri, lebih dari 20 PMI dirawat di rumah sakit di seluruh Hong Kong dengan penyakit yang beragam seperti stroke, jantung, kanker termasuk gangguan kejiawaan.

Penanganan yang dilakukan KJRI atas WNI sakit antara lain kunjungan secara berkala dan memfasilitasi komunikasi dengan keluarga, dokter dan perawat, social workers, agen, majikan dan instansi terkait Hong Kong lainnya

Mengomentari pemulangan PMI sakit ini, Acting Konjen RI Mandala purba menyatakan bahwa penanganan PMI sakit adalah bagian dari tugas KJRI terkait pelayanan dan perlindungan WNI di Hong Kong.

Selain itu, Acting Konjen juga mengingatkan kepada para PMI di Hong Kong agar selalu memperhatikan kesehatan pribadi baik melalui menjaga makanan maupun berolahraga. "Tubuh dan jiwa yang sehat adalah aset utama dalam bekerja", tegas Mandala Purba.

Lebih lanjut, Acting Konjen juga meminta agar para PMI dapat melaporkan kepada KJRI apabila mengetahui ada rekannya yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit. "Dengan begitu, KJRI dapat cepat membantu mengontak keluarga dan koordinasi dengan agen untuk penangana lebih lanjut," katanya.

KJRI HK

2 TKW Berhasil Dipulangkan KJRI, Yang Satu Sakit Saat Transit di Hongkong Dari Taiwan dan Yang Lainnya Terkena Stroke Setelah 6 Tahun di Hongkong

Diberdayakan oleh Blogger.
close