loading...

SUARABMI.COM - Usianya belum genap setahun, tapi beban erat harus dihadapi Jesika, seorang anak TKI yang berada di negeri jiran, Malaysia.

Jesika yang merupakan seorang gadis kecil asal Kota Sungai Penuh, Jambi, kini harus hidup sebatang kara di negeri yang jauh dari tempat asalnya itu.

Awalnya, dia ikut kedua orang tuanya yang mencari nafkah di Malaysia. Alih-alih mendapatkan kehidupan yang lebih layak, gadis kecil ini malah hidup sebatang kara.
[post_ads]
Ibunya, Dewi Nona, menghembusakan napas terakhir pada Sabtu (27/6) kemarin. Sedangkan ayah Jesika berada di balik jeruji besi karena melanggar aturan izin tinggal di Negeri Jiran.

Akhirnya, Jesika hidup sebatang kara di Malaysia. Kisah sedihnya tidak berakhir sampai disitu saja. Pada hari kematian sang ibu, Jesika terus mendekap, mencium dan membelai rambut ibunya.

Gadis kecil ini seakan belum rela ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh sang ibu. “Saya menangis, menitikkan air mata melihat Jesika mendekap jenazah ibunya. Kehilangan ibu pasti akan sangat berat,” kata Nia, tenaga kerja Indonesia ( TKI ) asal Kerinci di Malaysia.
[post_ads_2]
Sementara itu, keluarga Jesika di kampung belum bisa berbuat banyak. Jangankan untuk membawa pulang Jesika ke rumah, memulangkan jenazah ibunya pun belum mampu.

"Ibunya di Kerinci (orang tua Nona) sedang sakit parah. Kami keluarga benar-benar kebingungan bagaimana mengurus jenazah Nona Dewi," kata Hartitus, keluarga Nona Dewi di Kerinci.

Sebenarnya lanjut Hartitus, suami Nona Dewi saat ini juga sedang mengadu nasib di negeri jiran Malaysia.

Hanya saja, nasib berkata lain. Dia ditangkap polisi dan dijerumuskan ke dalam penjara karena pelanggaran keimigrasian.

Ibu Meninggal dan Ayahnya Dipenjara, Anak TKI Ini Sebatang Kara di Malaysia

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini